Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Konawe

Tempat Ibadah Jauh, Pria Non-Muslim Dirikan Masjid untuk Warga Desa di Konawe Selatan

0
0
Pendiri Masjid Rahmatan Lil Alamin (kiri) berdiri di depan rumah ibadah yang dibangunnya. Foto: Istimewa.

Konawe Selatan – Seorang pria non-muslim bernama Alexander Tanjaya (44) membangun masjid di Desa Ambaipua, Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra).

Masjid tersebut diberi nama Masjid Rahmatan Lil Alamin. Ia mendirikan tempat ibadah umat muslim ini sejak tahun 2019 lalu.

Alexander menceritakan, awalnya ia melihat banyak warga yang membawa Al-Qur’an dan sajadah. Karena penasaran, ia bertanya pada warga sekitar mau kemana orang-orang tersebut. Ternyata, warga yang saat itu ramai berjalan kaki berencana pergi ke masjid desa tetangga untuk beribadah.

Pendiri Masjid Rahmatan Lil Alamin saat bertemu para santri. Foto: Istimewa.

“Di desa itu tidak ada masjid. Sehingga saya merasa terpanggil untuk membangunkan mereka masjid di desa mereka sendiri. Itulah alasan saya kenapa ingin bangun masjid,” ujar Alexander saat dikonfirmasi Kendariinfo, Sabtu (16/4/2022).

Pria beragama Buddha ini mengatakan, masjid berukuran 10×10 meter itu didirikan sejak tahun 2019 lalu dan mulai digunakan pada tahun 2021. Alexander mengaku, keinginannya untuk membangun masjid adalah bentuk kepeduliannya terhadap keberagaman agama.

Selain karena kepeduliannya yang tinggi, ia juga didukung oleh lingkungannya seperti kedua orang tuanya, keluarga, termaksuk kerabat-kerabat lainnya yang seagamanya.

Ia merasa bersyukur, karena masjid yang dibangun itu menjadi menjadi solusi bagi masyarakat di desa tersebut. Warga tak perlu lagi melakukan perjalanan jauh ketika ingin ibadah dan setiap waktu salat selalu diramaikan oleh remaja-remaja yang ada di tempat itu.

Lokasi masjid itu juga terletak di sekitaran Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an (PPTQ) Darur Raihanun NW. Selain membantu warga sekitar, Masjid Rahmatan Lil Alamin ini juga memudahkan para santri untuk beribadah.

Ratusan santri di pondok pesantren itu juga sangat bersyukur karena adanya pembangunan masjid yang dilakukan oleh Alexander Tanjaya itu. Selama ini mereka hanya salat di dalam asrama di ruangan seadanya.

“Kehadiran Pak Alex selaku non-muslim untuk membangun masjid di tengah-tengah pesantren ini adalah karunia besar. Sebelum adanya masjid ini para santri salat seadanya berjemaah di dalam asrama, namun dengan adanya masjid ini semua sangat terbantu sekali,” tutur Pembina di Masjid Rahmatan Lil Alamin, Jamhuri Karim.

Saat ini, masjid tersebut telah digunakan oleh warga sekitar untuk salat tarawih di bulan Ramadan ini bahkan, berbagai kegiatan lainnya juga terus dilakukan di tempat itu.

Bagikan berita ini:
Tetap terhubung dengan kami: