Tenun Kamohu Dipresentasikan dalam Kegiatan Budaya di Jepang

Buton Tengah – Tenun kamohu dari Kabupaten Buton Tengah (Buteng), Sulawesi Tenggara (Sultra), dipresentasikan dalam sebuah kegiatan budaya di Jepang melalui partisipasi salah satu pemuda daerah dalam program internasional.
Pemuda asal Buteng, Zulyamin Kimo, menjadi salah satu delegasi Indonesia dalam program “Islamic Social Expedition: Japan” yang diselenggarakan oleh Give Society bekerja sama dengan Japan Da’wah Centre (JDC). Program tersebut berlangsung selama sepekan, mulai 6 hingga 13 Januari 2026, dan diikuti peserta dari sejumlah negara.
Dalam rangkaian kegiatan itu, terdapat agenda bertajuk “Indonesia Cultural Talk” yang dilaksanakan pada Minggu, 11 Januari 2026. Pada forum tersebut, para delegasi memperkenalkan beragam budaya Indonesia kepada peserta yang berasal dari Amerika Serikat, Jepang, Malaysia, dan negara lainnya.

Pada kesempatan itu, Zulyamin Kimo memaparkan budaya yang berasal dari Buteng. Pemaparan diawali dengan pemutaran video promosi dari Dinas Pariwisata Buteng yang menampilkan tradisi dan unsur budaya lokal, yang disusun oleh Komunitas Buton Tengah Creative (BTC).
“Tak hanya melalui visual, pengenalan budaya juga kami lakukan secara langsung dengan menghadirkan berbagai atribut pakaian adat khas Buton Tengah, seperti jubah adat tenun, sarung Kamohu, kampurui, hingga kemeja kasua atau busana modern bernuansa etnik,” ujarnya, Kamis (15/1/2026).
Para peserta kegiatan diperkenalkan secara langsung dengan pakaian adat tersebut, termasuk kesempatan melihat dan mencoba busana yang ditampilkan. Kegiatan ini diikuti dengan sesi “Try On” yang di mana para peserta mengenakan pakaian adat Buteng.
“Salah satunya Jason Ramirez, peserta asal Amerika Serikat, yang mencoba mengenakan busana adat tersebut dan berdiskusi dengan delegasi Indonesia,” tambahnya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari pertukaran budaya dalam forum internasional tersebut. Melalui kesempatan ini, unsur budaya daerah diperkenalkan kepada peserta lintas negara dalam konteks edukasi dan interaksi budaya.
“Dengan pencapaian ini, kita harap dapat menjadi motivasi dan inspirasi bagi masyarakat Buteng, khususnya generasi muda, untuk terus menjaga, melestarikan, dan mengembangkan kekayaan budaya daerah sebagai identitas dan kebanggaan bersama,” pungkasnya.





