Terkendala Negosiasi Harga, Pembangunan Stadion Lakidende Kendari Belum Bisa Dilanjutkan
Kendari – Rencana pembangunan Stadion Lakidende Kendari pada 2026 belum dapat direalisasikan setelah negosiasi pembebasan lahan belum mencapai kesepakatan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) akhirnya mengalihkan anggaran ke revitalisasi fasilitas olahraga lain.
Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, mengatakan pembangunan stadion sepak bola yang berlokasi di Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia itu sebenarnya telah diprogramkan tahun ini. Namun proses negosiasi dengan pemilik lahan masih menemui kendala, khususnya terkait harga.
“Jadi tahun ini harusnya kita akan membangun Stadion Lakidende, tetapi ternyata kita tidak ketemu ini (kesepakatan). Kan kita mau cari titik temu, tetapi tidak ketemu-ketemu. Ya masalah harga. Kekuatan kita itu kan terbatas masalah anggaran,” katanya saat diwawancarai, Jumat (3/4/2026).
Karena belum ada titik temu dalam pembebasan lahan, Pemprov Sultra memutuskan mengalihkan anggaran pembangunan stadion ke perbaikan fasilitas olahraga di kawasan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sultra. Fasilitas yang masuk dalam rencana revitalisasi meliputi lapangan tenis, lapangan softball, kolam renang, driving range golf, hingga kantor KONI.
“Jadi, terpaksa kita akan alihkan ke sini untuk pembangunan beberapa fasilitas olahraga di KONI ini. Jadi, kita akan bangun semua fasilitas-fasilitas olahraga yang ada di sini,” ujarnya.
Ia menambahkan sebagian lahan Stadion Lakidende masih dimiliki pihak lain secara sah, sehingga proses pembebasan harus diselesaikan terlebih dahulu. Negosiasi telah dilakukan, tetapi belum menemukan kesepakatan karena perbedaan harga.
“Karena masalah harga tidak ketemu ya terpaksa tidak kita bangun di sana, tetapi kita alihkan ke sini (KONI),” tandasnya.
