Terkendala Pembebasan Lahan, Groundbreaking PDAM Tirta Anoa Kendari Diundur

Kendari – Groundbreaking Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Anoa Kota Kendari terpaksa harus ditunda karena terkendala pembebasan lahan pembangunan SPAM di Tabanggele yang belum disepakati antara Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe.
Direktur PDAM Tirta Anoa Kota Kendari Damin mengatakan, Pemkot Kendari melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) hingga saat ini masih berkoordinasi dengan Pemkab Konawe tarkait pembebasan lahan tersebut.
“Masih diproses izinnya dulu dengan Pemkab Konawe. Jadi belum ada pembangunan. Baru urus pembebasan lahannya,” kata Damin, Senin (25/1/2021).
Sementara itu, Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir di tempat terpisah mengatakan masalah pembebasan lahan di kawasan Tabanggele ditargetkan rampung tahun ini.
Alasan memilih kawasan Tabanggele sebagai lokasi pembangunan SPAM PDAM karena lokasinya tidak jauh dari Kota Kendari dan juga dekat dengan Sungai Pohara, yang menjadi sumber air baku.
“Potensi kerusakan kerusakan pipa air sangat kecil karena tidak berada di bawah jalan utama seperti di Pohara,” kata Sulkarnain, Selasa (26/1).
Proyek ini sendiri, kata Sulkarnain senilai Rp380 miliar itu ditarget pengerjaannya selama 1,5 tahun, sehingga pertengahan 2022 mendatang bisa beroperasi.
Sulkarnain juga mengakui, bahwa pelayanan PDAM saat ini sangat buruk. Meski begitu, ia sadar bahwa kurang maksimalnya pelayanan PDAM saat ini bukanlah sebuah kesengajaan melainkan faktor pendukung usaha (mesin dan pipa) yang sudah expired.
“Pipanya sudah 30 tahunan, cepat patah, diadakan sejak tahun 1980. Jadi wajar kalau distibusi air tergganggu seperti macet, atau kabur. Padahal kualitas air kita sangat baik. Sumber air baku nya sangat baik dari Sungai Konaweha. Olehnya itu, wajar saat ini jika kita lakukan pembangunan SPAM yang baru,” kata Sulkarnain.
Jika sudah terbangun, Sulkarnain memastikan dapat memberikan pelayanan yang maksimal kepada sekira 20 ribu pelanggan PDAM. Ia juga berjanji akan segera menurunkan tarif air bersih yang diakuinya termahal kedua di Indonesia setelah Kalimantan Timur. Saat ini tarifnya berkisar Rp6.200 untuk pemakaian 1 – 30m³.





