Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Kendari

Terlantar di Makkah, Jemaah Umrah Travel TRG Kendari Diusir dari Hotel

Terlantar di Makkah, Jemaah Umrah Travel TRG Kendari Diusir dari Hotel
Koper jemaah umrah asal Sulawesi Tenggara (Sultra) dikeluarkan dari hotel di Makkah, Arab Saudi. Foto: Istimewa. (1/2/2026).

Kendari – Ratusan jemaah umrah asal Sulawesi Tenggara (Sultra) yang tergabung dalam agen perjalanan Tajak Ramadhan Grup (TRG) Kendari dilaporkan terlantar di Makkah, Arab Saudi. Para jemaah bahkan diusir dari hotel setelah masa sewa berakhir, Minggu (1/2/2026).

Salah satu keluarga jemaah, Farhan, mengungkapkan orang tuanya berinisial PS dan S berangkat umrah dari Kendari menuju Jakarta pada Senin (12/1). Rombongan melanjutkan perjalanan dari Jakarta dengan transit di Bangkok, Thailand, sebelum tiba di Jeddah, Minggu (18/1).

Menurut Farhan, sejak awal perjalanan, pelayanan yang diberikan agen perjalanan tidak sesuai janji yang disampaikan saat pendaftaran. Menurutnya, sejumlah fasilitas yang dijanjikan berubah di tengah perjalanan.

“Waktu di Jakarta jemaah beli makan sendiri. Di Malaysia sempat ditanggung. Sementara saat umrah kadang dikasih makan dan beli sendiri. Sekarang cuma ditanggung satu kali sehari. Pokoknya berubah,” kata Farhan, Senin (2/2).

Setelah rangkaian ibadah umrah selesai, para jemaah menunggu jadwal kepulangan. Namun, jemaah justru diusir dari hotel, karena agen perjalanan disebut belum memperpanjang masa sewa penginapan. Sempat terjadi keributan, tetapi jemaah terpaksa membayar secara mandiri agar tetap mendapatkan tempat beristirahat.

“Orang tua saya dan 100 lebih jemaah umrah lain terlantar di Makkah. Diusir dari hotel kemarin,” ujarnya.

Jemaah telah berulang kali berkoordinasi dengan agen yang mendampingi di Arab Saudi. Namun, agen hanya memberikan janji tanpa kepastian, termasuk pemulangan yang disebut akan dilakukan pada Selasa (3/2).

Baca Juga:  Gaya Santai Anggota DPRD Termuda Kendari Ngevape di Tengah RDP

“Kalau tidak ada kejelasan besok, mereka akan mengadu di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI),” tambahnya.

Tak hanya itu, para jemaah juga diminta mengeluarkan uang tambahan untuk setiap agenda tur. Agen bahkan pernah meminta jemaah mengumpulkan uang untuk membantu pengurusan visa sejumlah jemaah yang hingga kini belum terbit.

Humas TRG Kendari, Diman, mengaku pihaknya terus melakukan koordinasi dengan mitra di Arab Saudi untuk menyesuaikan layanan di tengah tingginya mobilitas jemaah dari berbagai negara. Koordinasi dilakukan agar jemaah tetap dapat menjalankan ibadah dengan lancar, meski dihadapkan pada situasi kepadatan di Tanah Suci.

“Kita akan terus memantau perkembangan situasi serta melakukan penyesuaian layanan bila diperlukan, dengan tetap mengedepankan komunikasi kepada jemaah,” pungkasnya.

TRG Kendari Buka Suara soal Tambahan Biaya Jemaah Umrah asal Sultra

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten