Terlilit Utang, Pegawai THM di Baubau Akhiri Hidup dengan Gantung Diri
Baubau – Seorang pegawai tempat hiburan malam (THM) di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) berinisial YS (31) ditemukan tewas gantung diri di dalam rumah kontrakannya di Kelurahan Katobengke, Kecamatan Betoambari, Rabu (2/11/2022). YS diduga mengakhiri hidupnya karena terlilit utang.
Kasi Humas Polres Baubau, Iptu Abdul Rahmad menuturkan, korban pertama kali ditemukan oleh pacarnya inisial AR (35) dan sepupu korban ISP (29) sekitar pukul 11.00 WITA. Sebelum ditemukan meninggal dunia, sekitar pukul 03.00 WITA dini hari korban sempat dijemput pacarnya dari tempat kerja di salah satu THM di Kota Baubau.
“Sesampainya di rumah kontrakan, keduanya sempat makan bersama,” tutur Rahmad kepada Kendariinfo melalui pesan WhatsApp, Kamis (3/11).
Setelah menyantap makanan, korban masuk ke dalam kamar untuk istirahat. Sedangkan AR memutuskan untuk pulang, dan hanya merapatkan pintu rumah.
Saat di jalan pulang, AR menerima pesan WhatsApp dari korban. Di mana korban mengirimkan foto lengannya yang sedang luka. Melihat kiriman itu, AR langsung kembali ke rumah korban.
“Namun sesampainya di rumah korban, pintu rumah terkunci. AR memanggil korban namun tidak ada jawaban,” sambung Rahmad.
Rahmad menyebut, AR kemudian menghubungi ISP. Namun, sepupu korban itu menyampaikan agar datang kembali saat pagi hari. Sekitar pukul 11.00 WITA, AR kembali mendatangi rumah kontrakan untuk memastikan keadaan kekasihnya. Ia ditemani oleh sepupu korban.
“Kedua saksi yang dibantu salah seorang warga bernama Alvian membuka paksa pintu rumah kontrakan, dan didapati korban dalam keadaan gantung diri tanpa menggunakan pakaian,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) ditemukan luka sayatan silet pada pergelangan tangan kiri korban. Pada bagian leher terdapat bekas jeratan tali. Dugaan awal penyebab korban meninggal dunia akibat gantung diri.
Kemudian, berdasarkan keterangan teman-teman korban, YS mempunyai masalah keuangan. Di mana dirinya terlilit utang.
“Dari keterangan beberapa rekannya, korban sering kali menyampaikan ingin mengakhiri hidupnya sehingga utang tersebut habis,” pungkasnya.
