Tertangkap CCTV, Sekelompok Geng Motor Serang Rental PS di Kendari
Kendari – Sekelompok geng motor tertangkap kamera pengawas (CCTV) saat melakukan penyerangan di sebuah tempat rental playstation (PS) di Jalan Syech Yusuf, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Penyerangan itu terjadi secara tiba-tiba saat dini hari pukul 03.04 WITA, Minggu (23/1/2022) dan mengagetkan pemilik serta pengunjung tempat tersebut.
Kapolsek Mandonga, Kompol I Ketut Arya Wijanarka menjelaskan kejadian tersebut terjadi saat sang pemilik, I Wayan Suarbawa sudah tertidur di kamarnya.
“Awalnya pemilik tertidur, lalu mendengar suar ribut di luar lalu dia bangun dari tempat tidurnya. Awalnya dia mengira itu gempa,” kata Ketut kepada Kendariinfo, Rabu (26/1/2022).
Kemudian tiba-tiba salah satu karyawan dari Wayan mendobrak pintu kamarnya untuk masuk dan langsung menutup kembali pintu tersebut.
Para pelaku juga berusaha masuk di kamar tersebut dengan cara menendang pintu dan salah satu dari mereka sempat memukul dinding kamarnya hingga bocor.
“Pemilik bersama karyawannya tersebut berusaha menahan pintu agar mereka tidak masuk, dan setelah mereka bubar baru mereka keluar mengecek keadaan,” imbuhnya.
Saat dia keluar mengecek keadaan tersebut, dua buah televisi 45 inci rusak karena layarnya dipecahkan, selain itu kursi sofa juga disobek-sobek oleh para pelaku. Lemari etalase yang sempat ditendang juga jatuh berantakan.
Dalam kamera CCTV terlihat gerombolan pelaku tersebut tiba-tiba datang secara ramai-ramai menggunakan motor lalu berhenti di depan tempat rental PS.
Tak lama kemudian, mereka langsung turun dan berlari menyerang tempat rental PS hingga ke dalam. Orang yang sedang duduk-duduk di parkiran pun ikut berlari.
Saat pelaku memasuki area rental PS, para pengunjung yang tengah bermain PS langsung berlarian ke dalam untuk menyelamatkan diri. Apalagi beberapa orang di antara mereka ada yang membawa senjata tajam dan memburu orang-orang di sana.
Belum diketahui apa motif penyerangan ini, Ketut menjelaskan pihaknya masih berusaha mengidentifikasi para pelaku.
