Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Terkini

Tidak Sepakat Soal Anggaran, Oknum Pokja BP2JK Sultra Malah Pukul Kontraktor

0
0
Yoel Azmon Bangapadang (kiri) didampingi keluarganya melapor ke Mapolda Sultra. Foto: Istimewa. (20/3/2021).

Kota Kendari – Salah seorang kontraktor pengadaan barang dan jasa, Yoel Azmon Bangapadang (25) mengalami tindak kekerasan dari oknum panitia Kelompok Kerja (Pokja) Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) Sulawesi Tenggara (Sultra).

Yoel mengatakan, pemukulan dilakukan salah seorang panitia Pokja BP2JK Sultra berinisial R saat klarifikasi dan evaluasi kewajaran harga di Hotel Horizon, Kota Kendari, Sultra, Kamis (18/3/2021) lalu.

“Saya menyayangkan sikap dari salah satu oknum panitia Pokja tersebut yang berlaku tidak profesional dan temperamental,” katanya, Sabtu (20/3).

Yoel mengungkapkan, sebelumnya dia merupakan salah satu peserta tender pengadaan barang dan jasa. Namun pihak Pokja menilai harga yang diajukan tidak wajar.

“Karena mereka tidak sepakat, saya meminta agar panitia Pokja melakukan klarifikasi secara terbuka dan transparan. Saya kemudian mengajukan surat permohonan hari Selasa, tapi panitia Pokja malah melakukan penundaan tanpa alasan,” ungkapnya.

Sehari kemudian, Yoel mendapat undangan panitia Pokja untuk menghadiri klarifikasi dan evaluasi di Hotel Horizon.

“Hari Kamis itu saya sempat ke Kantor BP2JK tapi disuruh ke Hotel Horizon. Saya kemudian ke sana dan menuju ke ruangan yang telah ditentukan panitia Pokja,” ujarnya.

Di sana, Yoel sempat mempertanyakan surat permohonan yang diajukan sebelumnya, namun panitia Pokja tidak memberi jawaban. Pantia Pokja justru membuat berita acara klarifikasi dan memintanya untuk bertanda tangan.

“Sebelum saya tanda tangan, saya menyampaikan keberatan terhadap berita acara itu. Tapi langsung dipukul oleh salah satu panitia Pokja,” pungkasnya.

Akibat pemukulan itu, Yoel mengaku mengalami gangguan pendengaran karena pembengkakan di telinga.

Saat ini, kejadian tersebut telah dilaporkan Yoel ke Mapolda Sultra untuk diproses lebih lanjut.

“Saya berharap agar aksi arogan yang dilakukan oleh pelaku tidak ditiru oleh PNS lain. Saya juga berharap hukum dapat ditegakkan demi terciptanya keadilan bagi seluruh masyarakat,” tutupnya.

Laporan: Risman

Bagikan berita ini:
Tetap terhubung dengan kami: