Tingkat Literasi di Kendari Masuk 10 Besar Nasional

Kendari – Pengurus Pusat (PP) Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB) Indonesia mengatakan tingkat literasi di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) masuk sepuluh besar secara nasional, Jumat (12/11/2021).
Ketua PP GPMB, Tjahyo Suprajogo menyebut, kinerja Pengurus Daerah (PD) GMPB Kota Kendari dibawa naungan Sri Lestari sebagai ketua sudah cukup baik, namun perlu ditingkatkan kembali.
“Ya, tadi sudah disampaikan. Kota Kendari masih termasuk dalam sepuluh besar rata-rata nasional literasi. Saya kira dengan Ibu Wali Kota Kendari, Sri Lestari Sulkarnain menjadi Ketua GPMB Kota Kendari sudah cukup baik, namun kita berharap bisa meningkatkan terus apa yang dicapai,” katanya.

Untuk itu, dia berharap agar PD GPMB Kota Kendari menjalankan program kerja sesuai dengan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) GPMB dan terus bergerak meningkatkan literasi di daerah.
“Tentunya yang kita harapkan, lebih penting bagaimana kiprah pengurus daerah GPMB Kota Kendari, dan beberapa GPMB di daerah lain Sulawesi Tenggara terus bergerak sesuai ekshibisi dalam meningkatkan literasi di daerah,” harapnya.
Ketua Pengurus Daerah (PD) GPMB Kota Kendari, Sri Lestari Sulkarnain mengucapkan rasa syukur atas pengakuan PP GPMB yang menyebutkan tingkat literasi di Kota Kendari masuk dalam sepuluh besar di Indonesia.
“Harapan kami dengan hadirnya kita ini (pengurus GPMB) mengantarkan tidak hanya untuk para pelajar, orang tua, dan masyarakat secara umum itu bisa lebih meningkatkan literasi, dan kemampuan literasi. Kita berbicara literasi tidak hanya tentang kemampuan membaca, tetapi bagaimana bisa mengimplementasikan apa yang kita lihat, dan kita baca,” ucapnya.

Terkait program, pihaknya akan menyusun kembali program yang variatif, sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Kota Kendari, yakni kota layak huni berbasis ekologi, informasi, dan teknologi.
“Tentunya, yang menjadi program kita untuk peningkatan literasi, kita akan menata organisasi, meningkatkan kualitas dan kuantitas dari program, serta membangun jejaring. Karena dalam melaksanakan program ini, kita butuh kerja sama dengan organisasi dan lembaga yang linear, agar bisa membantu mewujudkan program kerja kami. Misalnya kerja sama dengan Dikmudora, juga Dinas Pariwisata,” pungkasnya.





