Ular Piton 7 Meter Gegerkan Warga Kemaraya, Damkarmat Kendari Lakukan Evakuasi
Kendari – Seekor ular piton berukuran sekitar 7 meter menggegerkan warga di Jalan Bunga Kolosua, Lorong Blok M, Kelurahan Kemaraya, Kecamatan Kendari, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Minggu (8/2/2026) malam, sekitar pukul 23.45 Wita.
Ular tersebut masuk ke atas plafon rumah milik warga bernama Yones, sehingga membuat pemilik rumah panik dan langsung meminta bantuan petugas pemadam kebakaran.
Kepala Seksi Kerja Sama dan Publikasi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Kendari, Martoyo Awaluddin, mengatakan laporan pertama diterima pihaknya pada pukul 23.45 Wita.
“Laporan masuk pukul 23.45 Wita. Tim langsung berangkat pukul 23.53 Wita dan tiba di lokasi pukul 00.04 Wita,” kata Martoyo, Senin (9/2).
Menurutnya, kejadian bermula saat pemilik rumah mendengar suara seperti pijakan kaki di bagian depan rumah. Karena curiga, korban sempat mengintip ke luar jendela, namun tidak melihat siapa pun.
“Korban kemudian mengecek kembali sumber suara dan melihat seekor ular piton berukuran besar berada di sekitar rumah. Saat hendak mengambil parang, ular tersebut sudah naik ke atas plafon,” jelasnya.
Merasa tidak mampu menangani situasi tersebut seorang diri, Yones akhirnya melaporkan kejadian itu ke Damkarmat Kendari. Setibanya di lokasi, tim rescue Damkarmat Kendari langsung melakukan proses evakuasi. Namun, petugas mengalami sejumlah kendala karena posisi ular berada di atas plafon dan memiliki ukuran yang cukup besar.
“Ular berada di rangka atap dan terus bergerak. Ruang gerak petugas juga terbatas, sehingga kami harus membongkar sebagian plafon untuk memastikan posisinya,” ujar Martoyo.
Selain itu, panjang ular yang mencapai sekitar 7 meter membuat proses penarikan harus dilakukan secara hati-hati agar tidak merusak struktur bangunan rumah warga.
Meski menghadapi berbagai kendala, berkat koordinasi dan penggunaan peralatan khusus, proses evakuasi akhirnya berhasil dilakukan.
“Evakuasi berlangsung kurang lebih 50 menit. Ular berhasil diamankan tanpa menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan serius,” tambahnya.
Dalam operasi tersebut, Damkarmat Kota Kendari mengerahkan Regu Tim Penyelamatan Pleton 2 yang dipimpin Komandan Regu Darius, dibantu personel Fire Button serta warga setempat.
Adapun sarana yang digunakan dalam proses evakuasi, yakni Unit 013, dua buah tongkat penjepit, dan senter.
