Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Terkini

Unjuk Rasa Warga Routa Konawe di PT SCM Berakhir Ricuh, 1 Orang Luka

Unjuk Rasa Warga Routa Konawe di PT SCM Berakhir Ricuh, 1 Orang Luka
Unjuk rasa warga Routa di area PT SCM berakhir ricuh. Foto: Al Pagala/Kendariinfo. (15/2/2023).

Konawe – Unjuk rasa yang dilakukan ratusan warga Routa di area PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) di Desa Lalomerui, Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe akhirnya berakhir ricuh, Rabu (15/2/2023). Akibatnya satu orang mengalami luka.

Berdasarkan pantauan Kendariinfo di lokasi, sekira pukul 12.20 Wita unjuk rasa terlihat masih kondusif. Tetapi sekira pukul 13.10 Wita unjuk rasa mulai ricuh akibat pihak perusahaan belum menemui masyarakat Routa, ditambah pihak kepolisian menghalangi masyarakat untuk masuk ke dalam site PT SCM.

Aksi baku lempar pun terjadi, warga melemparkan batu ke arah polisi. Polisi hanya bisa bertahan menggunakan perisai dari lemparan batu yang datang segala penjuru. Akibat kericuhan tersebut, salah satu warga bernama Yusrin (25) mengalami luka pada telinga kanan.

Warga Routa yang terluka akibat unjuk rasa PT SCM.
Warga Routa yang terluka akibat unjuk rasa PT SCM. Foto: Al Pagala/Kendariinfo. (15/2/2023).

Belum diketahui pasti penyebab lukanya warga tersebut. Namun dari versi polisi, warga luka akibat dari arah belakang ada lemparan batu sehingga mengenai telinga Yusrin tepat paling depan pengunjuk rasa.

“Ada yang melempar dari belakang tadi saya lihat, lalu dia mengenai telinganya,” kata salah satu polisi yang bertugas pengamanan.

Sementara itu, warga menuding luka tersebut diakibatkan oleh tongkat polisi yang mengenai telinga Yusrin.

“Ada yang pukul pakai tongkat, jadi kena telinganya,” ucap salah seorang warga.

Aksi baku lempar pun berakhir, setelah ricuh kurang lebih 15 menit. Usai baku lempar, perwakilan perusahaan datang menemui masyarakat.

Baca Juga:  Puspaham Sultra Jelang Putusan Gugatan terhadap VDNI-OSS: Antara Keadilan dan Kekuatan Modal

Perwakilan PT SCM yaitu Agustio sebagai Operation Manager mengatakan bahwa salah satu tuntutan warga yakni tenaga kerja lokal. Perusahaan dan mitra kerja mengaku sudah memenuhi keinginan pengunjuk rasa, bahkan tenaga kerja lokal sudah mencapai 57 persen.

“Apabila teman-teman dari mitra kerja kita melakukan rekrutmen, pasti akan berhubungan dengan pihak terkait yang sudah ada kerja sama pemberdayaan masyarakat lokal, karena itu adalah 3 tugas pokok atau kewajiban CSR nantinya,” kata Agustio.

Berbeda pendapat, Amrul selaku koordinator lapangan (korlap) aksi tersebut mengatakan bahwa pernyataan Agustio adalah sesat.

“Karyawan PT SCM sudah mencapai empat ribu, tetapi tenaga kerja lokal hanya sekitar 490 orang apakah itu yang dikatakan 57 persen,” ucap Amrul.

Hingga berita ini ditayangkan warga berencana akan bermalam di jalan hauling PT SCM.

Penulis
Reporter
Editor Kata
Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten