Update Kasus Pengeroyokan Siswa di Kendari: 1 Tersangka Tiba-Tiba Sakit, 1 Masih Buron, 3 Ditahan
Kendari – Satu pelaku pengeroyokan di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) berinisial P alias MG (17) penahanannya ditangguhkan oleh polisi karena tiba-tiba mengalami sakit. MG sendiri ditetapkan tersangka karena ikut serta mengeroyok seorang siswa SMAN 12 Kendari berinisial ANR (16), Minggu (17/8/2025).
Untuk pelaku lainnya berinisial A (17), R (15), dan AT (17) ditahan Polresta Kendari. Sedangkan satu pelaku berinisial Y masih dalam pengejaran polisi atau masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
“Satunya lagi sakit asma kita tangguhkan inisial MG. Untuk yang DPO masih dalam penyelidikan,” kata Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau di Mapolresta Kendari, Jumat (22/8).
Sementara itu, Kanit PPA Satreskrim Polresta Kendari, Aiptu A. Rais Patanra menjelaskan, peristiwa itu berawal dari adanya pertemuan sekitar seratusan pelajar dari 10 sekolah di Pantai Batu Gong, Kecamatan Lalonggasumeeto, Kabupaten Konawe dengan agenda foto-foto.
“Di sanalah muncul kesepakatan untuk menyerang STM (SMKN 2 Kendari), tidak disebutkan siswanya, hanya sekolahnya STM. Kemudian dari 10 sekolah ini mereka kurang lebih sekitar 100 orang dari arah Batu Gong menuju ke STM,” jelas Aiptu A. Rais Patanra.
Sepulang dari Batu Gong, seratusan siswa ini menjadi tiga kelompok, dua kelompok dari gengster bernama Trepers 24 dan Black 1 mengarah ke kawasan THR, Jalan Budi Utomo, Kelurahan Mataiwoi, Kecamatan Wuawua.
“Dibagi menjadi tiga kelompok, dua kelompok masuk mengarah lewat THR, yang satu kelompok lewat Kantor Wali Kota Kendari,” ujar dia.
Saat melintas di kawasan THR, dua kelompok pelajar itu berpapasan dengan siswa berinisial ANR dan rekannya SL yang berboncengan naik motor. Kemudian, dari dua kelompok pelajar itu ada yang meneriaki ANR bahwa dia adalah anak STM.
“Korban dari arah lampu merah Wuawua. Sesampainya korban di pom bensin THR, korban diteriaki bahwa dialah dari STM dari dua kelompok siswa ini. Teriakan STM itulah memicu anak-anak dua kelompok ini untuk mengejar korban,” sambungnya.
Selanjutnya, korban ANR dikeroyok dengan cara dipukul pakai kayu, kepalan tangan, ditendang, dan dilempari batu bahkan ditarik tasnya hingga terjatuh dari atas motor di depan Lorong Sepakat, kawasan THR. Sedangkan SL, tetap jalan dan menambah kecepatan motornya.
Selain Keroyok Siswa, Sejumlah Pelajar Lempar Petasan ke SMKN 2 Kendari
