Usai Pukul Meja, Anggota Dewan Cekcok dengan Warga saat RDP di DPRD Sultra

Kendari – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Tenggara (Sultra) terlibat cekcok dengan warga saat menggelar rapat dengar pendapat (RDP) di Gedung DPRD Sultra. Cekcok hingga aksi saling dorong tersebut terjadi usai salah seorang anggota dewan memukul meja, Senin (15/5/2023).
Dalam video yang tersebar di media sosial (medsos) pada Selasa (16/5), sekelompok warga tengah melakukan RDP terkait ganti rugi lahan yang diduga terdampak aktivitas salah satu perusahaan pertambangan di Kecamatan Marombo, Kabupaten Konawe.
Namun dalam RDP tersebut kedua warga terlibat perdebatan sengit dengan pihak DPRD Sultra, bahkan tak menemui titik temu. Untuk mengurai perdebatan yang tak kunjung usai, Ketua Komisi 3 DPRD Sultra Suwandi Andi yang saat itu memimpin RDP tersebut memilih menskors pertemuan tersebut.
Ketika Suwandi Andi telah mengetuk palu, anggota dewan fraksi Partai NasDem bernama Syahrul Said yang duduk di samping kanan Ketua Komisi 3 itu tiba-tiba memukul meja. Sontak, masyarakat yang ada di tempat itu pun kesal hingga kembali memicu terjadinya perdebatan.
“Kenapa pukul meja,” ujar salah satu pria yang menghadiri RDP tersebut sembari menunjuk anggota dewan yang memukul meja.
Akibat aksi saling tunjuk dan cekcok tersebut, sejumlah staf DPRD Sultra langsung menghalau pria dan anggota dewan tersebut, saling dorong pun kembali terjadi.
Menanggapi hal itu, Ketua Komisi 3 DPRD Sultra Suwandi Andi menjelaskan, keributan tersebut buntut dari pemukulan meja yang dilakukan oleh seorang anggota dewan. Ia berencana melerai tetapi seakan-akan justru menjadi sasaran amukan warga.
“Saya sempat maju tapi itu bukan untuk menghadang mereka. Saya ingin menjelaskan dengan baik-baik agar tidak ada aksi yang berlebihan, jangan disalahartikan,” paparnya, Rabu (17/5).
Terkait cekcok tersebut, pihaknya mengaku tidak mempermasalahkan hal itu sebab perdebatan dalam RDP adalah hal yang wajar, sekaligus sebagai bentuk kritik dari warga kepada penyambung aspirasi rakyat.





