Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Headline

Usai Viral Terlantarkan Jemaah, Sejumlah Warga Ramai-Ramai Ajukan Refund di TRG Kendari

Usai Viral Terlantarkan Jemaah, Sejumlah Warga Ramai-Ramai Ajukan Refund di TRG Kendari
Kantor jasa travel Tajak Ramadhan Grup (TRG) di Jalan Saosao, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Foto: Istimewa. (28/1/2026).

Kendari – Setelah viral terkait dugaan penelantaran jemaah, sejumlah warga ramai-ramai mengajukan pengembalian dana (refund) di kantor jasa travel Tajak Ramadhan Grup (TRG) Kendari. Namun, para calon jemaah diminta menunggu hingga 90 hari atau sekitar tiga bulan untuk proses pengembalian dana tersebut.

Warga berinisial US (33) mengatakan, langkah refund diambil setelah banyaknya keluhan jemaah yang mengaku mendapat perlakuan tidak menyenangkan saat menggunakan jasa travel tersebut.

“Hampir semua, banyak yang refund karena kasus kemarin itu. Pelayanannya tidak bagus,” ujarnya, Minggu (15/2/2026).

US mengaku telah mengambil paket umrah dengan jadwal pemberangkatan November 2026. Ia menyetorkan dana sebesar Rp59 juta kepada pihak TRG Kendari. Namun, melihat polemik yang berkembang, ia berencana membatalkan keberangkatan dan meminta uangnya dikembalikan.

Kendati demikian, US mengaku kesulitan berkomunikasi dengan pihak travel. Ia bahkan kebingungan untuk mengambil langkah lebih lanjut karena pihak yang bersangkutan sulit dihubungi.

“Saya mau ajukan refund, tetapi bingung. Orangnya sudah tidak bisa dikonfirmasi,” keluhnya.

Menurut US, beberapa warga lain juga telah mengajukan refund, di antaranya berinisial A sebesar Rp25 juta dan WM sebesar Rp135 juta. Mereka telah membuat surat pernyataan bermeterai dan diminta menunggu selama 90 hari sebelum dana dikembalikan.

“Disuruh menunggu tiga bulan, 90 hari baru bisa dikembalikan dananya,” paparnya.

Sebelumnya, TRG Kendari tengah menjadi sorotan publik setelah sejumlah jemaah umrah yang berangkat ke tanah suci mengaku mendapatkan pelayanan yang tidak sesuai dengan promosi. Bahkan, beberapa di antaranya disebut sempat terlantar dan harus berutang untuk membeli tiket kepulangan ke Indonesia.

Baca Juga:  Wanita Paruh Baya Menangis Histeris di PN Baubau Usai Tanahnya Diduga Diambil Mantan Karyawan

Terpisah, Owner TRG Kendari, Hamra, membantah kabar bahwa jemaah ditelantarkan. Ia menegaskan bahwa yang terjadi hanyalah proses transit sebelum rombongan melanjutkan perjalanan ke Kendari.

“Kami tidak menelantarkan jemaah. Kami hanya melakukan transit untuk melanjutkan perjalanan,” katanya, Sabtu (14/2).

Hamra juga membantah isu bahwa dirinya melarikan diri dan tidak merespons keluhan jemaah. Ia menyebut tengah berada di ibu kota untuk menjemput jemaah, kemudian melanjutkan perjalanan ke Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), sebelum bersama-sama bertolak ke Kendari.

“Saya pertegas, sampai detik ini telepon genggam saya aktif. Saya tidak memutuskan komunikasi dengan para jemaah,” tegasnya.

Pemilik TRG Kendari Bantah Telantarkan Jemaah Umrah: Hanya Transit

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten