Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Education

USN Kolaka Mewisuda 845 Lulusan, Musliha Raih Predikat Terbaik dengan IPK 3,95

5
0
Pemindahan tali toga Musliha, peraih predikat terbaik USN Kolaka periode November 2021. Foto: Hasbir/Kendariinfo. (26/11/2021).

Kendari – Menjadi wisudawan dengan peraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi adalah hal yang pasti jadi sebuah kebanggaan. Hal inilah yang dirasakan oleh Musliha, ia dinobatkan sebagai wisudawan terbaik pada prosesi wisuda Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka di periode November 2021, Rabu (24/11/2021).

Dari total 845 wisudawan kali ini, wanita asal Desa Lambo Lemo, Kecamatan Samaturu itu terpilih menjadi wisudawan terbaik dengan memperoleh IPK 3,95. Musliha, merupakan wisudawan asal Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

Anak bungsu kelahiran 5 November 1999 ini memiliki lima saudara, putri dari pasangan Tamrin dan Nawiyah yang sehari-harinya bekerja sebagai petani di kampung halamannya, di Kecamatan Samaturu.

Musliha, peraih predikat terbaik USN Kolaka periode November 2021. Foto: Hasbir/Kendariinfo. (26/11/2021).

Atas capaiannya tersebut, ia mengungkapkan ada beberapa hal yang menjadi acuan dirinya hingga berhasil meraih prestasi. Salah satunya adalah selalu menghargai setiap proses yang dijalaninya selama menempuh pendidikan di bangku perkuliahan.

“Karena saya percaya bahwa proses yang besar, insyaallah, akan menghasilkan sesuatu yang besar pula dan harus buat progres apa yang akan dilakukan tiap harinya, harus buat target pencapaian tiap harinya,” ungkapnya.

“Tetapi kita juga harus punya waktu untuk self time, biar kita bisa pulih kembali ketika kita mulai merasa capek. Jadi harus bisa selesaikan yang telah dijalani,” lanjutnya.

Lebih jauh Musliha mengatakan, bahwa di antara ia bersaudara, hanya dirinya yang melanjutkan pendidikan hingga di bangku perkuliahan. Hal itu pun menjadi salah satu motivasi bagi dirinya untuk menyelesaikan pendidikan hingga berhasil menorehkan prestasi dengan predikat terbaik di USN.

“Alhamdulillah, bisa diberikan rezeki sebagai lulusan terbaik kampus. Tetapi sebenarnya saya berasal dari keluarga yang latar belakangnya tidak mempunyai jenjang akademik yang tinggi sampai sarjana. Karena alhamdulillah, saya berasal dari keluarga yang cukup, dalam artian cukup untuk memenuhi kehidupan sehari-hari saja,” tuturnya.

Musliha menceritakan bahwa selama menempuh perkuliahan, ia hanya berani meminta uang kepada keluarganya untuk membayar SPP saja. Sedangkan untuk kebutuhan lainnya, dia melakukan pekerjaan sampingan untuk mendapatkan uang tambahan.

“Kadang saya cari sampingan misalnya membuka jasa print tugas teman, bahkan saya sempat kerja menjadi tukang laundry, karena saya malu dan memang anaknya tidak enakan minta sama orang tua,” jelasnya.

Dia memiliki keinginan yang besar untuk kembali melanjutkan pendidikannya pada program magister. Namun, terhalang oleh masalah finansial serta restu kedua orang tuanya yang mengatakan cukup menempuh pendidikannya pada di jenjang sarjana saja.

“Bapak saya dari dulu memang melarang untuk kuliah. Tapi saya tetap bersikeras untuk mau kuliah, sampai akhirnya saya buktikan kepada bapak dengan menyandang predikat cumlaude pada wisuda ini,” pungkasnya.

Penulis
Reporter
Bagikan berita ini:
Tetap terhubung dengan kami: