Vaksin BCG dan DPT untuk Balita Kembali Tersedia di Kendari
Kendari – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali menyediakan stok vaksin Bacille Calmette Guerin (BCG) dan Difteri Pertusis dan Tetanus (DPT) untuk bayi dan balita setelah sebelumnya mengalami kekosongan.
Kepala Dinkes Kendari, Rahminingrum mengatakan, kekosongan kedua vaksin tersebut dimulai sejak Januari 2021. Untuk itu, dia mengimbau masyarakat yang memiliki bayi dan balita agar segera melakukan vaksinasi BCG atau DPT.
“Ya, memang vaksin rutin BCG dan DPT untuk bayi dan balita, dari mulai Januari 2021 sempat terjadi kekosongan. Alhamdulillah baru beberapa hari ini sudah kembali masuk di Kota Kendari,” katanya kepada Kendariinfo, Senin (11/10/2021).
Ketersediaan vaksin jenis BCG di Kendari sebanyak 500 vial atau setara dengan 5.000 dosis, sedangkan jenis DPT sebanyak 1.500 vial.
“Untuk kedua jenis vaksin itu sudah didistribusikan ke puskesmas-puskesmas. Mudah-mudahan bayi dan balita kita sudah bisa vaksin seperti sediakala,” tambahnya.
Vaksin BCG merupakan imunisasi yang bertujuan untuk melindungi tubuh dari kuman penyebab penyakit tuberkulosis (TB). TB adalah penyakit menular berbahaya yang dapat menyerang saluran pernapasan, tulang, otot, kulit, kelenjar getah bening, otak, saluran cerna, dan ginjal.
Imunisasi BCG termasuk dalam daftar imunisasi wajib di Indonesia, karena secara nasional, angka kasus TB yang masih tinggi.
“Imunisasi BCG hanya dilakukan satu kali dan diberikan pada bayi di usia 2 atau 3 bulan. Imunisasi BCG diberikan melalui suntikan pada kulit bayi,” jelas Rahminingrum.
Sementara untuk vaksin jenis DPT, dapat memberikan perlindungan dan pencegahan terhadap enam penyakit sekaligus, yaitu difteri, pertusis atau batuk rejan, tetanus, hepatitis B, pneumonia, dan meningitis atau radang otak.
“Imunisasi wajib ini diberikan sebanyak 4 kali dengan jadwal pemberian berturut-turut di usia 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan, dan dosis pemberian terakhir ketika usia anak 18 bulan,” pungkasnya.
