Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Opini

Vaksin Booster yang Tak Populer

Tulisan dari tidak mewakili pandangan dari redaksi kendariinfo
Vaksin Booster yang Tak Populer
Proses vaksinasi di Politeknik Bina Husada Kendari. Foto: Yusrin Ramadhan/Kendariinfo. (6/9/2021).

Program vaksin dosis lanjutan yang kita kenal dengan nama booster telah dimulai pemerintah sejak Rabu (12/1/2022) lalu. Vaksin booster adalah suntikan vaksin dosis ketiga yang diberikan untuk memperkuat antibodi dalam melawan virus Corona.

Syarat penerima vaksin booster adalah orang berusia 18 tahun ke atas, yang sudah mendapatkan vaksin Covid-19 lengkap atau vaksin Covid-19 dua dosis minimal tiga bulan. Berbeda dengan pemberian vaksin primer dosis 1 dan dosis 2 yang dilakukan dan menimbulkan antusias masyarakat yang berbondong-bondong mengantre untuk mendapatkan vaksin, vaksin booster sama sekali tidak menimbulkan antrean. Masih lebih ramai antrean minyak goreng. Panjangnya kayak Ninja Hatori yang nekat lewati gunung seberangi lembah. Keinginan masyarakat untuk pergi ke rumah sakit atau pihak yang berwenang memberikan vaksin, masih sangatlah kecil. Beberapa masyarakat yang kebetulan penulis tanyai tentang mengapa mereka tidak melakukan vaksin booster menjawab dengan acuh: “Sudahlah Mak, kami sudah jenuh dengan vaksin-vaksin ini, efeknya pun membuat kami trauma. Cukupmi’ saja dosis satu dan dua…”

Seberapa penting vaksin booster ini sebetulnya? Tentu saja sangat penting, namanya juga dosis lanjutan untuk kekebalan. Jadi sangat penting dilakukan. Tapi Corona melandai dalam beberapa minggu terakhir. Membuat masyarakat hilang kewaspadaannya. Mereka menduga yang namanya kekebalan kelompok telah terbentuk. Mereka mengira Covid-19 telah berlalu. Alih-alih pergi mengantre untuk mendapatkan vaksin booster yang diberi gratis. Mereka pergi ngantre minyak goreng yang dibeli mahal. Sungguh tak ada fansnya ini booster. Tak popular sama sekali.

Baca Juga:  Gubernur dan Wagub Sultra Tidak Divaksin Corona, Ini Alasannya

Seperti disebutkan di atas booster ini tujuannya melindungi kesehatan masyarakat. Maka butuh kepercayaan masyarakat. Masyarakat haruslah bekerja sama dengan pemerintah. Pergilah suntik vaksin Booster, jangan tunda lagi. Mumpung masih gratis. Jangan nanti sudah berbayar baru nyinyir di media sosial (medsos). Ada beberapa alasan mengapa kita harus booster, yang pertama sebagai bentuk usaha adaptasi masyarakat hidup di masa Pandemi Covid-19 demi kesehatan jangka panjang. Kedua, memenuhi hak setiap orang Indonesia untuk mengakses vaksin demi perlindungan diri dan komunitas.

Sementara dari sisi ekonomi, dengan kondisi kasus yang dapat ditekan dapat mencegah kemunculan gelombang baru. Sehingga aktivitas masyarakat akan semakin fleksibel dengan catatan tetap berada dalam koridor penerapan protokol kesehatan ketat.

Sebagai nasihat ketika sudah mendapatkan suntik booster ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk mengurangi efek samping. Pertama jangan merokok dan minum alkohol bisa memengaruhi sistem kekebalan tubuh, sehingga ada kemungkinan respons imun terhadap vaksin tidak efektif bila ada alkohol berlebihan dalam sistem tersebut. Kedua, hindari melakukan aktivitas fisik yang berat, seperti mengangkat beban, setidaknya selama 2 – 3 hari setelah menerima vaksin booster, karena tubuh memerlukan waktu untuk pulih dari efek samping vaksin booster. Ketiga, jangan tunda untuk berbicara dengan dokter bila mengalami gejala Covid-19, bahkan setelah vaksin booster. Ingatlah, vaksinasi memerlukan beberapa saat untuk mulai bekerja, dan baru akan mengembangkan kekebalan beberapa minggu setelah vaksin.

Baca Juga:  Capaian Vaksinasi Covid-19 di Koltim 66 Persen

Omong-omong kenapa penulis berani kasih nasihat? Jujur saja penulis mantan penyintas Omicron, Kunae….

Editor Kata
Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten