Video Dugaan Bom Ikan di Pulau Kadatua, Busel, Warga Desak Aparat Bertindak
Buton Selatan – Video dugaan praktik penangkapan ikan menggunakan bahan peledak (bom) di perairan Pulau Kadatua, Kabupaten Buton Selatan (Busel), Sulawesi Tenggara (Sultra), beredar luas di tengah masyarakat dan memicu desakan agar aparat penegak hukum segera turun tangan.
Aktivitas yang diduga terjadi pada Selasa (23/6/2026) pagi itu diduga melibatkan sejumlah nelayan dari wilayah sekitar Pulau Kadatua. Rekaman video yang beredar memperlihatkan beberapa orang berada di atas kapal saat dugaan aksi pemboman ikan berlangsung. Rekaman video dapat menjadi petunjuk awal bagi aparat untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Warga berinisial HS mengaku praktik itu bukan lagi peristiwa baru bagi masyarakat setempat. Menurut dia, aktivitas penangkapan ikan dengan cara merusak kerap terjadi dan belum mampu dihentikan secara tuntas.
“Hampir setiap hari aktivitas seperti ini terjadi. Namun, hingga saat ini belum ada tindakan yang benar-benar mampu menghentikannya,” ujar HS kepada Kendariinfo.
Ia mengatakan maraknya dugaan penggunaan bom ikan membuat warga makin khawatir terhadap kondisi sumber daya laut di wilayah itu. Pasalnya, sebagian besar masyarakat Pulau Kadatua menggantungkan kehidupan mereka pada sektor perikanan.
Pulau Kadatua selama ini dikenal memiliki potensi kelautan yang melimpah. Namun, praktik penangkapan ikan secara destruktif menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan ekosistem laut dan masa depan nelayan setempat.
Selain menyebabkan kematian ikan dalam jumlah besar, penggunaan bahan peledak dapat merusak terumbu karang yang menjadi habitat berbagai biota laut. Kerusakan berpotensi menurunkan hasil tangkapan nelayan dalam jangka panjang.
Masyarakat berharap kepolisian serta instansi terkait segera menindaklanjuti informasi yang beredar agar praktik serupa tidak terus berulang di perairan Kadatua.
“Jika tidak ada tindakan nyata, pemboman ikan akan terus terjadi dan merusak laut yang menjadi sumber kehidupan masyarakat,” pungkasnya.
