Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Kolaka

Viral Wisatawan Pantai Kayu Angin Kolaka Diusir karena Tak Sewa Gazebo dan Tempat Berteduh

Viral Wisatawan Pantai Kayu Angin Kolaka Diusir karena Tak Sewa Gazebo dan Tempat Berteduh
Wisatawan di Pantai Kayu Angin Desa Sanisani, Kecamatan Samaturu, Kabupaten Kolaka, diusir oleh warga yang diduga pengelola objek wisata. Foto: Istimewa. (2/1/2026).

KolakaPantai Kayu Angin yang terletak di Desa Sanisani, Kecamatan Samaturu, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra) menjadi sorotan publik usai video yang memperlihatkan pengunjung diminta membayar hanya karena menginjak pasir.

Dalam video viral tersebut, seorang wisatawan juga mengaku diusir karena tidak menyewa gazebo. Peristiwa itu terjadi pada Jumat (2/1/2026). Dalam video beredar, wisatawan tampak sedang berdebat dengan wanita yang diduga pengelola. Walhasil, para wisatawan diminta membayar.

“Pergi mi di (pinggir) pantai berdiri tidak bayar, kalau di sini bayar,” ujar salah satu warga yang diduga pengelola pantai.

Wisawatan asal Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sultra berinisial IS mengaku mengalami tindakan pengusiran tersebut. Ia mengaku datang bersama keluarga untuk sekadar menikmati pantai, namun justru mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari pihak yang berjaga di lokasi.

“Hari Jumat saya ke sana. Iya kita diusir,” kata IS saat dikonfirmasi Kendariinfo, Minggu (4/1).

Tak hanya wisatawan, IS juga menyebut penjual es yang berada di sekitar pantai turut mengalami hal serupa dan dilarang berjualan di bawah pohon jika tidak membayar sewa gazebo.

“Bahkan penjual es juga diusir dilarang di bawah pohon,” bebernya.

Ia menambahkan pihaknya sudah membayar uang retribusi masuk sebesar Rp5 ribu per orang. Namun ternyata di dalam pantai juga masih dipungut biaya untuk bersantai dan menikmati pemandangan pantai.

Baca Juga:  Saddil Ramdani Bisa Pulang ke Indonesia dan Akan Rehabilitasi Cedera di Kendari

Sementara, salah satu pengelola pantai yang diduga mengusir wisawatan berinisial RH saat dikonfirmasi Kendariinfo belum memberikan respons.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten