Wakili Sultra di Wirasena Youth Camp, Pemuda Wakatobi Angkat Isu Pendidikan hingga Kesehatan Mental
Wakatobi – Rezki Miftahul Royan, pemuda asal Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), terpilih mewakili Sultra dalam program Wirasena Youth Camp yang diselenggarakan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia (RI) pada 21 – 31 Oktober 2026 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta.
Dalam kegiatan tersebut, Rezki mengangkat tema “Social Impact and Sustainability” yang berfokus pada pendidikan, lingkungan, dan kesehatan mental. Isu-isu ini dipilih berdasarkan persoalan yang dijumpai di daerah asalnya.
“Saya ingin mengangkat isu yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Menurut saya, program pemberdayaan yang berkelanjutan harus dimulai dengan memahami kebutuhan masyarakat, bukan sekadar membuat kegiatan yang terlihat menarik,” ujar Rezki kepada Kendariinfo, Rabu (21/10/2026).
Sebelum dinyatakan lolos, Rezki melewati sejumlah tahapan seleksi, mulai dari administrasi, penilaian portofolio, penulisan esai, wawancara, hingga tes berbasis komputer.
Melalui pertemuan dengan perwakilan pemuda dalam forum kepemudaan nasional ini, Rezki berharap dapat memperkuat kolaborasi, memperkaya perspektif, serta melahirkan inovasi yang mampu menarik lebih banyak peran pemuda.
Bagi Rezki, berbagai pengetahuan dalam Wirasena Youth Camp tidak hanya berhenti menjadi konsumsi pribadi, melainkan bekal yang akan dibagikan kepada generasi muda lainnya. Pengetahuan, jejaring, dan gagasan yang ia peroleh juga akan diolah menjadi program yang sesuai dengan kebutuhan daerah.
Dalam perencanaannya, Rezki akan menjadikan bahasa dan cerita lokal sebagai penghubung kedekatan dengan masyarakat. Strategi ini dinilai efektif dalam menggerakkan partisipasi warga sekitar demi keberlangsungan program.
“Pengalaman sebagai Duta Bahasa membuat saya melihat bahwa bahasa bisa menjadi jembatan untuk menyampaikan pengetahuan kepada masyarakat. Apalagi di daerah seperti Wakatobi, bahasa dan cerita lokal bisa menjadi pendekatan untuk membangun kedekatan dengan masyarakat,” jelasnya.
Kesempatan yang diperoleh kali ini diakui Rezki tidak terlepas dari perjalanannya sebagai Duta Bahasa dan keterlibatannya dalam kegiatan literasi yang digarap Komunitas Cerita Anak Pesisir Wakatobi. Berbekal dari pengalaman tersebut, Rezki berkomitmen membawa isu krusial dari daerahnya dan memperluas cara pandang dalam merancang kontribusi nyata untuk masyarakat.
Nah sekarang Makin Tahu Indonesia kan!!
