Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Kendari

Wali Kota Kendari Tegaskan Utang Daerah Bukan Penghalang Pembangunan

0
0
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran (depan), dan Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman (belakang). Foto: Herlis Ode Mainuru/Kendariinfo. (3/3/2026).

Kendari – Di tengah dinamika fiskal daerah, Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari di bawah kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran-Sudirman, menunjukkan komitmen kuat bahwa utang bukanlah penghalang untuk terus berkarya dan membangun.

Beban utang Kota Kendari yang terakumulasi sejak beberapa tahun terakhir memang tidak kecil. Pada 2021 tercatat sebesar Rp25,02 miliar, kemudian 2022 Rp27,83 miliar, di 2023 melonjak menjadi Rp150,41 miliar, lalu 2024 mencapai Rp309,42 miliar. Sehingga total utang daerah menyentuh angka Rp512,71 miliar.

Meski begitu, data keuangan daerah mencatat, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Kendari pada 2024 terbilang cukup besar yakni Rp343,3 miliar. Di tahun 2025, PAD meningkat signifikan menjadi Rp409,5 miliar atau naik 19,28 persen. Kenaikan ini menjadi indikator optimisme bahwa tata kelola keuangan yang lebih terarah mampu memperkuat fondasi fiskal daerah.

Namun dalam satu tahun kepemimpinan Siska-Sudirman, langkah konkret langsung dilakukan. Sebesar Rp178,5 miliar utang telah dibayarkan, sehingga sisa utang saat ini berada di angka Rp334,1 miliar. Capaian ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam menyelesaikan kewajiban tanpa mengorbankan program pembangunan.

Siska menegaskan, utang merupakan kewajiban yang harus dituntaskan. Baginya, kondisi tersebut bukan menjadi kendala untuk berkarya, melainkan tantangan yang harus dijawab dengan kerja nyata dan inovasi.

“Ini bukan kendala, ini menjadi semangat agar saya dan pak wakil terus mencari potensi-potensi daerah kita sehingga apa yang menjadi beban daerah seperti utang ini, bisa kita selesaikan,” tegasnya.

Semangat itu diwujudkan melalui optimalisasi potensi pajak dan retribusi, peningkatan pelayanan publik, serta pembenahan manajemen keuangan daerah. Pemkot Kendari terus menggenjot sumber-sumber PAD baru agar kapasitas fiskal makin kuat dan ruang pembangunan tetap terbuka lebar.

Dengan tren peningkatan PAD dan komitmen pelunasan utang yang konsisten, kepemimpinan Siska-Sudirman mengirim pesan jelas, tantangan fiskal bukan alasan untuk berhenti berinovasi. Justru dari tekanan itulah lahir energi baru untuk mempercepat pembangunan dan mewujudkan Kendari yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing.

Bagikan berita ini:
Tetap terhubung dengan kami: