Warga dan Wali Siswa Demo Minta Kepala TK Negeri 6 Kendari Dicopot dari Jabatannya
Kendari – Masyarakat Kelurahan Sambuli, Kecamatan Nambo, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama wali siswa melakukan aksi demonstrasi di TK Negeri 6 Kendari pada Senin (19/10/2026). Mereka mendesak dan meminta Wali Kota Kendari Siska Karina Imran mengganti Kepala TK Negeri 6 Kendari, Suraini.
Desakan itu muncul setelah warga memprotes ucapan kepala sekolah yang dinilai menyinggung perasaan orang tua siswa. Koordinator aksi, Abdul Latief, mengungkapkan salah satu pernyataan kepala sekolah yang berbunyi ‘Ini bukan sekolah nenek moyang kalian’ telah melukai hati wali siswa dan masyarakat Sambuli.
“Kami mengecam ucapan tersebut karena sangat menyinggung dan melukai hati orang tua siswa serta masyarakat Sambuli pada umumnya,” kata Latief saat dikonfirmasi Kendariinfo, Senin (19/10).
Selain persoalan ucapan, masyarakat juga mempertanyakan pengelolaan iuran bulanan yang dipungut dari orang tua siswa selama enam tahun masa kepemimpinan kepala sekolah. Iuran tersebut disebut mencapai Rp30 ribu per bulan untuk setiap anak.
“Kami mempertanyakan ke mana arah penggunaan iuran selama enam tahun ini, dengan nilai Rp30 ribu per bulan untuk setiap anak,” ujarnya.
Warga turut menyoroti dugaan penggunaan kata-kata yang dinilai tidak mendidik dan dapat mematahkan semangat siswa. Mereka meminta persoalan tersebut menjadi perhatian pemerintah kota agar lingkungan pendidikan tetap mendukung perkembangan anak.
Selain itu, masyarakat mempersoalkan dugaan pemotongan bantuan siswa miskin (BSM) terhadap enam siswa. Mereka meminta pihak terkait memberikan penjelasan mengenai persoalan tersebut.
Atas sejumlah keluhan itu, masyarakat Sambuli mendesak Wali Kota Kendari mengevaluasi dan mengganti Suraini dari jabatan Kepala TK Negeri 6 Kendari.
“Kami tidak menginginkan Suraini lagi menjabat sebagai kepala sekolah. Kami meminta Wali Kota Kendari mengambil langkah tegas terhadap persoalan ini,” tegasnya.
Sementara, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Kendari, Saemina saat dikonfirmasi Kendariinfo terkait aksi demonstrasi warga belum merespons.
