Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Pemerintah

Warga Miskin di Bombana Berkurang Ribuan Orang 2017 – 2020

Warga Miskin di Bombana Berkurang Ribuan Orang 2017 – 2020
Rapat Koordinasi Kesejahteraan Sosial Kelembagaan Masyarakat 2021 di Gedung Tanduale Kantor Bupati Bombana. Foto: Istimewa. (6/12/2021).

Bombana – Warga miskin di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra) berkurang ribuan orang sejak 2017 hingga 2020. Pada 2017, penduduk miskin di Bombana berjumlah 21.520 atau 12,36 persen. Sedangkan pada tahun 2020, terjadi penurunan signifikan menjadi 18.840 jiwa atau 10,01 persen.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bombana, Man Arfah mengatakan, warga miskin rata-rata berkurang 893 per tahun. Dia menyebut, pihaknya menargetkan penurunan penduduk miskin di Bomban menjadi 1 sampai 2 persen pada tahun-tahun selanjutnya.

“Jadi sejak tahun 2017 sampai dengan 2020 jumlah penduduk miskin Kabupaten Bombana berkurang rata-rata sebesar 893 jiwa per tahun,” katanya, Rabu (6/12/2021).

Sekretaris Daerah Kabupaten Bombana, Man Arfah pada Rapat Koordinasi Kesejahteraan Sosial Kelembagaan Masyarakat 2021.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bombana, Man Arfah pada Rapat Koordinasi Kesejahteraan Sosial Kelembagaan Masyarakat 2021. Foto: Istimewa. (6/12/2021).

Hal itu disampaikan pada Rapat Koordinasi Kesejahteraan Sosial Kelembagaan Masyarakat 2021 di Gedung Tanduale Kantor Bupati Bombana. Pada kesempatan itu, dia menekankan, seluruh perangkat daerah dapat bersinergi dalam meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat miskin dan rentan. Menurutnya, pelayanan pada masyarakat harus berfokus pada pengentasan kemiskinan melalui program yang tepat sasaran.

“Ini untuk memperkuat jejaring kerja antara pusat dan daerah melalui potensi dan sumber kesejahteraan sosial dalam upaya percepatan penanggulangan kemiskinan dengan target penurunan 1 sampai dengan 2 persen setiap tahunnya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bombana, Husrifnah Rahim mengungkapkan, tujuan rapat koordinasi tersebut sebagai upaya mengevaluasi program yang sedang berjalan dan mematangkan persiapan kinerja kesejahteraan sosial tahun 2022.

Baca Juga:  Kejati Sultra Bakal Jemput Paksa Pj. Bupati Bombana Jika Mangkir dari Panggilan Penyidik

“Kita harapkan output dari kegiatan ini adanya kesatuan persepsi dan sinergitas dalam pelaksanaan program pembangunan kesejahteraan sosial dan peningkatan kinerja pelayanan terhadap Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS),” ungkapnya.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten