Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Terkini

Warga Mubar Tangkap Ular 8 Meter, BKSDA Minta Segera Melapor Jika Terjadi Lagi Hal Serupa

Warga Mubar Tangkap Ular 8 Meter, BKSDA Minta Segera Melapor Jika Terjadi Lagi Hal Serupa
BKSDA bersama masyarakat Desa Latompe, Kecamatan Lawa, Kabupaten Muna Barat (Mubar) meninjau langsung penemuan ular piton. Foto: Istimewa. (24/9/2022).

Muna Barat – Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tenggara (Sultra) turun langsung ke lokasi penangkapan ular piton sepanjang 8 meter di Desa Latompe, Kecamatan Lawa, Kabupaten Muna Barat, Sabtu (24/9/2022). Dalam kunjungan itu, BKSDA meminta kepada warga setempat untuk segera melapor jika terjadi lagi hal serupa.

Kepala Seksi Wilayah I BKSDA Sultra, Prihanto, mengatakan pihaknya telah memasang papan aduan di sekitar lokasi penemuan ular. Selain itu, petugas juga menyosialisasikan jenis satwa yang dilindungi serta mengimbau warga untuk berhati-hati saat beraktivitas.

“Kita bertemu dengan kepala desa dan masyarakat untuk menyampaikan jika menemukan kejadian serupa agar melapor ke pihak BKSDA,” kata Prihanto kepada Kendariinfo.

Beberapa telur ular piton usai warga Muna Barat melumpuhkannya.
Beberapa telur ular piton usai warga Muna Barat melumpuhkannya. Foto: Istimewa. (21/9/2022).

Prihanto menjelaskan bahwa ular piton berukuran 8 meter ditemukan saat masyarakat membuka lahan perkebunan hutan Desa Latompe, Rabu (21/9) lalu sekitar pukul 07.30 WITA. Sejumlah warga yang melihat ular tersebut langsung berusaha melumpuhkannya karena dinilai membahayakan.

“Dari keterangan yang didapat, diketahui panjang ular kurang lebih 8 meter. Ular yang sudah dalam keadaan mati dibawa dengan cara dipikul sampai di pinggir jalan tani. Ular selanjutnya diangkut menggunakan pick up menuju pemukiman yang berjarak kurang lebih 6 kilometer,” jelasnya.

Setelah ular tiba di perkampungan Desa Latompe, masyarakat langsung membawanya ke pembeli di Kecamatan Tiworo Kepulauan (Tikep). Namun karena pembeli tidak menerima isi dalamnya, ular langsung dibelah dan terdapat puluhan butir telur dengan berat sekitar 50 kilogram.

Baca Juga:  Pekerjanya Bunuh dan Masak Buaya Jadi Sup, PT OSS Minta Maaf

“Telur seberat 50 kilogram itu langsung ditanam,” ujarnya.

Menurut Prihanto, tidak semua jenis ular piton dilindungi. Namun pihaknya belum mengidentifikasi jenis piton yang dilindungi dan tidak. Tetapi satwa dilindungi sekali pun dapat dilumpuhkan jika membahayakan jiwa manusia.

“Tidak semua jenis piton dilindungi. Kami belum mengidentifikasi secara lengkap piton yang ditemukan, tetapi untuk satwa ada pengecualian dapat dilumpuhkan jika membahayakan jiwa manusia,” pungkasnya.

Warga Muna Barat Temukan Ular Piton Sepanjang 8 Meter

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten