Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Kendari

Warga Perumahan Ravelina Kendari Keluhkan Air PDAM yang Hitam dan Bau

Warga Perumahan Ravelina Kendari Keluhkan Air PDAM yang Hitam dan Bau
Kualitas air PDAM yang menghitam di salah satu rumah warga di Kompleks Perumahan Ravelina, Kelurahan Lalolara, Kecamatan Kambu, Kota Kendari. Foto: Istimewa.

Kendari – Air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Kompleks Perumahan Ravelina, Kelurahan Lalolara, Kecamatan Kambu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) dikeluhkan warga setelah keluar berwarna hitam dan berbau menyengat.

Salah seorang penghuni Kompleks Ravelina bernama Ika memperlihatkan kualitas air yang keluar dari keran rumahnya. Air tersebut terlihat hitam dan mengeluarkan bau tak sedap yang sangat tidak layak untuk digunakan.

Bukan hanya di rumahnya, Ika juga menyebut hal serupa terjadi di tetangganya yang menyambung keran ke PDAM.

“Sampai sekarang ini tangan saya belum hilang bau gotnya. Kemungkinan ada pipa bocor tapi belum di temukan dimana tempatnya,” katanya kepada Kendariinfo, Kamis (24/4/2025).

Menurutnya, dua tahun terakhir layanan PDAM terus menurun, padahal PDAM adalah satu‑satunya sumber air bagi keluarganya. Akibat dari kurang maksimalnya pelayanan tersebut, Ika terpaksa membeli air dari tempat lain.

“Saya beli air tower, saya belum bayar PDAM 4 bulan karena begini pelayanannya. Sebenarnya saya tidak ingin menunggak asal pelayanannya bagus. Sedangkan air tower saja kita bisa bayar Rp60 ribu per 3 hari, kenapa kita tidak bisa bayar PDAM,” jelasnya.

Ika berharap, Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari bisa segera mendengarkan keluhan masyarakat dan memberikan solusi terbaik untuk kondisi yang dirasakan warga. Apalagi mengenai pemenuhan kebutuhan dasar, dalam hal ini kebutuhan akan air.

“Untuk ibu wali kota, beliau juga seorang ibu rumah tangga, kebutuhan khusus dalam rumah tangga beliau pasti tahu yaitu air bersih yang lancar, kalau air tidak sehat dan tidak lancar pasti kehidupan kita tidak lancar juga. Untuk Pemkot Kendari, saya rasa air melimpah, sungai ada, laut ada, apakah tidak bisa PDAM dan lingkungan hidup bersinergi memecahkan masalah ini, yang sebenarnya sepele tapi bukan berarti disepelekan,” tutupnya.

Baca Juga:  Kasus Dugaan Korupsi Proyek Pengadaan Pompa Air PDAM Kendari Senilai Rp10 M Naik Penyidikan
Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten