Warga Segel Kantor Desa di Konsel, Tuding Kades Selewengkan Dana Rp750 Juta
Konawe Selatan – Puluhan warga Desa Bangun Jaya, Kecamatan Lainea, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), melakukan aksi penyegelan kantor desa pada Selasa (25/11/2025). Aksi itu muncul sebagai bentuk protes keras atas dugaan penyelewengan dana desa (DD) tahun anggaran 2024 – 2025 sebesar Rp750 juta oleh Kepala Desa, Masrin.
Warga menilai anggaran tersebut tidak terlihat manfaatnya bagi desa. Warga bernama Lahasin, menyebut dugaan itu bukan isu liar, melainkan keresahan yang telah lama dirasakan warga.
“Yang kami lihat, anggaran itu hilang arah. Warga menduga dana digunakan untuk kepentingan pribadi, termasuk menutup persoalan hukum lain yang menjerat Kades,” ujarnya kepada awak media, Rabu (26/11).
Sebelum aksi penyegelan dilakukan, sejumlah perwakilan warga telah mendatangi Kejaksaan Negeri (Kejari) Konsel di Kelurahan Potoro, Kecamatan Andoolo pada Senin (24/11). Mereka memastikan laporan tertulis mengenai dugaan penyimpangan dana desa sudah diserahkan ke bagian Pidana Khusus (Pidsus).
“Laporan kami sudah dikonfirmasi langsung oleh Jaksa Pidsus, Andri. Kami menunggu keseriusan mereka,” kata Lahasin.
Lahasin menyebut, warga mengaku sudah berkali-kali menyampaikan keluhan terkait pengelolaan anggaran yang dianggap tidak transparan, namun tidak pernah mendapat jawaban yang memuaskan.
“Warga sudah capek. Berkali-kali kami laporkan, tidak ada tindakan. Jadi kami segel kantor desa sampai hukum bekerja,” tegasnya.
Dalam aksi itu, warga memasang papan kayu dan membentang spanduk besar berisi larangan penggunaan kantor sebelum proses hukum berjalan. Mereka menegaskan tidak akan membuka segel sebelum adanya penanganan resmi.
“Segel tidak akan dibuka sampai kasus ini masuk penyelidikan, penyidikan, dan Kades diproses secara hukum. Itu harga mati,” tutupnya.
