Warga Tanam Kelapa dan Pisang di Jalan Rusak Korihi, Muna, Tuntut Perbaikan
Muna – Warga Desa Korihi, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), menanam pohon kelapa dan pisang di jalan berlubang. Aksi itu dilakukan sebagai bentuk protes terhadap rusaknya jalan yang tak kunjung mendapat perbaikan.
Warga Desa Korihi berinisial EL mengatakan penanaman pohon sebagai bentuk kekecewaan masyarakat terhadap kondisi jalan yang telah rusak selama puluhan tahun. Padahal, ruas jalan tersebut merupakan akses menuju destinasi wisata unggulan di Muna, yakni Danau Napabale dan Pantai Meleura.
“Penanaman pohon pisang dan kelapa sebagai bentuk protes, karena jalan sudah rusak sejak sekitar 20 tahun lalu. Hingga kini pemerintah tak kunjung melakukan perbaikan. Mereka seolah tutup mata,” kata EL kepada Kendariinfo, Minggu (4/1/2026).
Ia mengungkapkan rusaknya jalan kerap menyebabkan kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor. Apalagi saat hujan turun, aspal yang terkelupas membuat jalanan menjadi licin dan sulit dilalui. EL menyebut jalan rusak tak hanya di Desa Korihi. Akses sepanjang jalan menuju destinasi wisata Danau Napabale dan Meleura pun mengalami kerusakan serupa.
“Rusaknya jalan sudah banyak memakan korban. Tidak hanya di Desa Korihi. Akses menuju destinasi wisata Napabale dan Meleura, jalannya juga rusak parah,” ungkapnya.
Menurutnya, kerusakan jalan berdampak terhadap kenyamanan dan keselamatan masyarakat maupun wisatawan. Olehnya itu, warga Kecamatan Lohia berharap Pemerintah Daerah (Pemda) Muna dapat segera melakukan perbaikan.
“Kami berharap pemerintah peduli dan segera memperbaiki jalan di Desa Korihi dan akses ke tempat wisata,” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan Warga Kelurahan Tampo, Puput (24), saat berkunjung ke objek wisata Danau Napabale, Senin (1/1). Dia mengatakan jalan berlubang dan bebatuan di atas permukaan aspal membuat ban sepeda motor yang dikendarainya bocor.
“Semoga jalannya cepat diperbaiki, supaya kami pengunjung ke Napabale dan Meleura tidak khawatir kendaraan rusak,” singkatnya.
