Waspada Happy Hypoxia pada Pasien Covid-19, Begini Penjelasan Dokter di Sultra

Nasional – Baru-baru ini, ditemukan kasus kematian Covid-19 di Kabupaten Bengkayang, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) yang disebabkan oleh happy hypoxia. Salah satu gejala Virus Corona ini kerap tidak disadari dan dapat berisiko fatal.
Nah, sebenarnya apa sih happy hypoxia itu?
Dijelaskan oleh seorang Dokter Umum di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), dr. Liyasari, happy hypoxia adalah kondisi saat kadar oksigen menurun, namun penderitanya sekilas terlihat normal.
“Happy hypoxia adalah tekanan oksigen dalam darah di bawah normal, normalnya itu kadar oksigen harusnya di atas 95%. Jadi ketika di bawah 95% maka dikatakan kadar oksigennya kurang atau tidak normal,” jelas dr. Liyasari saat dihubungi Kendariinfo, Sabtu (10/7/2021).
Bila terjadi penurunan kadar oksigen, maka tubuh akan mengirimkan sinyal ke otak. Selanjutnya, otak akan memerintahkan tubuh dan sistem pernapasan untuk bernapas lebih cepat. Tujuannya agar oksigen lebih banyak masuk ke dalam tubuh. Hal ini menimbulkan proses pernapasan yang cepat, sehingga pasien dapat terlihat sesak.
“Namun gejala sesak tidak terjadi pada beberapa pasien Covid. Padahal jika terjadi kekurangan kadar oksigen, normalnya harusnya ada sesak, tapi ada beberapa pasien yang tanpa gejala sesak ternyata saturasi oksigennya itu di bawah 95% bahkan sampai 60%,” katanya.

“Makanya kenapa disebut pasien happy hypoxia, karena gejala sebenarnya dari kekurangan oksigen itu enggak ada. Jadi gejalanya yang muncul hanya lemas saja, padahal saturasi oksigennya sangat turun,” tambah dr. Liyasari.
Sementara itu, akibat dari happy hipoxia jika darah kekurangan oksigen, maka sistem organ tubuh akan kekurangan oksigen juga. Hal ini dapat menimbulkan kematian, karena kebutuhan oksigen tidak terpenuhi.
Lalu untuk mengetahui kadar oksigen, pasien Covid-19 dapat menggunakan oksimeter untuk memeriksa secara mandiri saturasi oksigen dalam darah.
“Jadi Covid itu gejalanya tidak terduga, kita enggak bisa memilih jangan hipoxia. Selama terinfeksi minum multivitamin, makan cukup gizi, dan tetap prokes tujuannya agar membantu sistem daya tahan tubuh untuk melawan virus,” ujarnya.





