Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Kendari

Waspadai Campak saat Mudik, Bandara Haluoleo Kendari Siagakan Tim Medis di Posko Lebaran

Waspadai Campak saat Mudik, Bandara Haluoleo Kendari Siagakan Tim Medis di Posko Lebaran
Kepala Bandara Haluoleo Kendari, Denny Ariyanto. Foto: Hasmin Ladiga/Kendariinfo. (13/3/2026).

Kendari – Pengelola Bandara Haluoleo Kendari meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran campak di tengah meningkatnya pergerakan penumpang pada arus mudik Lebaran 2026. Langkah ini dilakukan dengan menyiagakan tenaga kesehatan di posko terpadu bandara.

Kepala Bandara Haluoleo Kendari, Denny Ariyanto mengatakan kewaspadaan tersebut dilakukan setelah adanya laporan dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) mengenai kasus campak yang perlu diantisipasi oleh masyarakat, khususnya pengguna transportasi udara.

“Berdasarkan laporan dari kantor karantina kesehatan soal merebaknya kasus campak yang perlu diwaspadai oleh kita semua. Kami beserta dengan kantor karantina pelabuhan akan terus melakukan sosialisasi soal hal tersebut, agar menjadi perhatian khusus oleh masyarakat pengguna transportasi udara,” kata Denny Ariyanto, Jumat (13/3/2026).

Ia menjelaskan pihak bandara bersama KKP juga menyiapkan langkah mitigasi dengan menyiagakan tenaga medis dari TNI Angkatan Udara (AU) untuk membantu petugas kesehatan di area bandara.

“Di posko terpadu kami menyiagakan tenaga kesehatan sebagai langkah antisipasi jika ada penumpang yang jatuh sakit atau memerlukan bantuan medis mendadak selama di area bandara,” ujarnya.

Kesiapan layanan kesehatan tersebut juga berkaitan dengan prediksi meningkatnya jumlah penumpang selama periode mudik dan arus balik Lebaran tahun ini.

Menurut Denny, jumlah penumpang pesawat di Bandara Haluoleo menunjukkan peningkatan sekitar enam persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Ia menambahkan posko angkutan Lebaran yang mulai beroperasi pada 13 hingga 30 Maret 2026 melibatkan berbagai unsur, dengan KKP sebagai pihak utama yang menangani aspek kesehatan penumpang.

Baca Juga:  Polsek Kawasan Pelabuhan Kendari Siagakan 25 Personel untuk Amankan Arus Mudik

“Posko yang beroperasi mulai 13 hingga 30 Maret 2026 tersebut melibatkan KKP sebagai unsur utama penanganan medis,” jelasnya.

Deny menegaskan, tim medis akan bersiaga selama jam operasional posko untuk memastikan pemudik tetap mendapatkan layanan kesehatan jika sewaktu-waktu membutuhkan pertolongan di area bandara.

“Kesiapan tenaga kesehatan ini menjadi bagian penting dari komitmen kami dalam memberikan pelayanan yang humanis dan responsif terhadap kebutuhan pemudik,” tandasnya.

Editor Kata
Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten