1 Karyawan Tambang yang Tertimbun Longsor di Konut Dilarikan ke Kendari untuk Perapian Jenazah
Kendari – Brian Yoga Pratama (28), salah satu karyawan PT Kelompok Delapan Indonesia (KDI) yang menjadi korban tertimbun longsor di Desa Lameruru, Kecamatan Langgikima, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra), dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Kendari, Rabu (23/9/2026).
Jenazah Brian dibawa ke RS Bhayangkara Kendari atas permintaan pihak keluarga untuk mendapatkan penanganan dan perapian jenazah setelah kondisi tubuhnya mengalami kerusakan akibat tertimbun material longsor di area tambang PT KDI.
Perwira Administrasi (Pamin) Kedokteran Kepolisian (Dokpol) Biddokkes Polda Sultra, Ipda Rudy, mengatakan jenazah Brian tiba di RS Bhayangkara Kendari dan diterima oleh petugas sekitar pukul 07.30 Wita.
“Tadi jenazah kami terima sekitar pukul 07.30 Wita, kemudian langsung diterima oleh petugas yang piket,” ujarnya kepada wartawan saat ditemui di RS Bhayangkara.
Rudy menjelaskan, pihaknya telah melakukan penanganan terhadap jenazah Brian akibat tertimbun material longsor tambang pada Selasa (22/9) sekitar pukul 16.40 Wita.
Namun, Rudy belum dapat menjelaskan secara rinci mengenai kondisi fisik jenazah maupun luka yang dialami korban. “Kondisi jenazah tadi sudah kami lakukan penanganan dan tentunya untuk hasilnya nanti dari dokter forensik,” ungkapnya.
Setelah proses penanganan selesai, jenazah Brian kemudian diserahkan kembali kepada pihak keluarga sekitar pukul 13.43 Wita untuk selanjutnya dibawa ke rumah duka dan dimakamkan.
Secara terpisah, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Transnaker) Sultra turut merespons insiden longsor yang terjadi di area tambang PT KDI tersebut.
Kepala Bidang Binwasnaker dan K3 Dinas Transnaker Sultra, Asnia Nidi, mengatakan pihaknya telah menerjunkan tiga orang tim investigasi ke lokasi kejadian untuk mengumpulkan data dan informasi terkait insiden tersebut.
“Kami sudah dapat infonya semalam, dan pagi ini kami sudah turunkan tim sebanyak tiga orang untuk ke lokasi kejadian,” ucapnya.
Asnia mengatakan, tim tersebut akan melakukan investigasi terhadap penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), termasuk mendalami dugaan kelalaian yang mungkin terjadi di area tambang PT KDI.
“Penyebab pastinya nanti kita tunggu hasil investigasi tim yang diturunkan pagi ini,” tuturnya.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak kepolisian bersama dinas terkait masih melakukan penyelidikan di lokasi untuk mengetahui penyebab pasti insiden longsor yang menewaskan karyawan PT KDI tersebut.
Diberitakan sebelumnya, empat karyawan tambang nikel PT Kelompok Delapan Indonesia (KDI) meninggal dunia setelah tertimbun longsor di area Blok A, Desa Lameruru. Keempat korban meninggal dunia masing-masing bernama Brian, Peris (44), Ghea Kurnia Yoga (27), dan Wayan Juliana Putra (27).
Isak Tangis Keluarga Sambut Jenazah Pekerja Tambang asal Konawe, Korban Longsor di Konut
