Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Baubau

128 Hari, 2 Kecamatan di Baubau Tidak Diguyur Hujan

0
0
Hasil monitoring wilayah dengan hari tanpa hujan (HTH) ekstrem panjang di Sulawesi Tenggara (Sultra). Foto: Dok. BMKG.

Sulawesi Tenggara – Dua kecamatan di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), yakni Bungi dan Toari, tercatat mengalami hari tanpa hujan (HTH) selama 129 hari berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) per 20 Oktober 2026.

Data Stasiun Klimatologi BMKG Sultra menunjukkan, periode tanpa hujan tersebut menjadi yang terpanjang dibandingkan sejumlah wilayah lain yang masuk dalam pemantauan. Kondisi serupa juga terjadi di beberapa kecamatan di Kabupaten Bombana, Konawe Selatan (Konsel), Buton Selatan (Busel), Kolaka, dan Muna.

Di Kabupaten Bombana, Kecamatan Poleang Barat tercatat mengalami 128 hari tanpa hujan, disusul Kecamatan Poleang Timur selama 127 hari. Sementara itu, Kecamatan Matausu mengalami 118 hari tanpa hujan.

Di Konsel, Kecamatan Tinanggea dan Kecamatan Andoolo masing-masing mencatat 118 hari tanpa hujan, sedangkan Kecamatan Lainea mencapai 114 hari.

Adapun di Kota Baubau, selain Bungi, Kecamatan Betoambari juga mengalami 117 hari tanpa hujan. Di Kabupaten Busel, Kecamatan Batauga dan Kecamatan Kadatua mencatat periode serupa selama 117 hari, disusul Kecamatan Sampolawa 116 hari dan Kecamatan Siompu 115 hari.

Sementara itu, Toari di Kabupaten Kolaka mengalami 129 hari tanpa hujan. Di Kabupaten Muna, Kecamatan Tongkuno tercatat 105 hari dan Kecamatan Kabawo 104 hari.

BMKG mengategorikan hari tanpa hujan sebagai ekstrem panjang apabila suatu wilayah mengalami curah hujan kurang dari 1 milimeter per hari secara berturut-turut selama lebih dari 60 hari.

Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Sultra, Kusairi, mengimbau masyarakat untuk mengikuti informasi iklim dari instansi berwenang dan menghindari berita bohong.

“Masyarakat perlu mengikuti informasi iklim dari instansi yang berwenang dan menghindari berita bohong,” kata Kusairi, Selasa (20/10/2026).

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menghemat penggunaan air dan menghindari aktivitas pembakaran yang dapat memicu kebakaran.

“Masyarakat perlu menghemat pemakaian air. Jangan membakar sampah atau membuka lahan dengan cara dibakar karena dapat memicu kebakaran,” tutupnya.

Bagikan berita ini:
Tetap terhubung dengan kami: