Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Bisnis

2 Hari Sidak Marina Mart Mandonga, BPOM Kendari Tak Temukan Susu Kedaluwarsa

2 Hari Sidak Marina Mart Mandonga, BPOM Kendari Tak Temukan Susu Kedaluwarsa
Kepala Kantor Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kendari, Yoseph Nahak Klau. Foto: Ferito Julyadi/Kendariinfo. (6/7/2022).

Kendari – Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kota Kendari telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke swalayan Marina Mart di Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga usai dilaporkan ke polisi karena menjual susu formula kedaluwarsa.

Kepala BPOM Kendari, Yoseph Nahak Klau menuturkan, dari sidak yang dilakukan selama dua hari itu, pihaknya sudah tidak menemukan susu formula kedaluwarsa yang terpajang di rak gondola.

“Kemarin dan hari ini sidak yang kami lakukan sudah tidak menemukan barang-barang kedaluwarsa khususnya susu di Toko Marina Mart. Kami juga mendatangi gudang distributornya, dan tidak ada temuan,” ujarnya kepada awak media, Rabu (6/7/2022).

BPOM Kendari sidak swalayan Marina Mart Mandonga.
BPOM Kendari sidak swalayan Marina Mart Mandonga. Foto: Istimewa. (5/6/2022).

Pihaknya telah mengimbau agar Marina Mart harus rutin dalam melakukan pengecekan produk yang dijual, agar tidak terulang kejadian yang sama.

“Kami sudah mengimbau kepada Marina Mart agar lebih teliti dan rutin lagi mengecek barang-barang yang mereka, agar kejadian seperti kemarin tidak terulang,” sambungnya.

Dia mengungkapkan, sebagai tim pengawas, BPOM tidak membuat rekomendasi ke pemerintah kota untuk melakukan pemberhentian izin usaha terhadap Marina Mart. Sebab, merujuk pada hasil sidak, produk kedaluwarsa hanyalah susu yang dibeli oleh ibu korban.

Meski demikian, ia menegaskan akan membantu pihak kepolisian dalam proses penyidikan semisal dimintai keterangan sebagai tim pengawas.

“Rekomendasi pemberhentian izin usaha tidak kita buat. Produk yang kedaluwarsa hanya susu yang dibeli oleh ibu itu. Ini memang kelalaian dari pelaku usahanya. Kami juga siap jika pihak penegak hukum ingin meminta keterangan dari kami terkait persoalan ini,” terangnya.

Baca Juga:  Pria di Muna Ditikam, Polisi Kejar Pelaku

Ia mengimbau, baik pelaku usaha maupun konsumen harus sama-sama mengawasi produk-produk makanan, minuman ataupun sejenisnya. Karena produk kedaluwarsa sangat berdampak pada kesehatan tubuh.

“Kejadian kemarin itu menjadi pembelajaran bagi kita. Bagaimana masing-masing pihak ini mengambil peran yang optimal. Pelaku usaha tentu harus secara rutin mengecek produk-produk yang mereka jual, jangan sampai masih ada produk kedaluwarsa yang dipajang. Kami pun dari pemerintah tentu akan mengawasi produk yang dijual serta sarana-sarananya. Untuk masyarakat sendiri jangan langsung terima barang, sempatkan untuk melihat tanggal kedaluwarsanya agar kejadian seperti kemarin bisa dihindari,” pungkasnya.

Swalayan Marina Mart, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Swalayan Marina Mart, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Foto: Kendariinfo. (4/7/2022).

Sebelumnya, seorang ibu di Kendari bernama Maryani (39) menceritakan pengalamannya di media sosial setelah membeli susu kedaluwarsa jenis Lactogen di Marina Mart, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Minggu (3/7).

Pada video yang diterima Kendariinfo, Maryani tampak duduk di emperan Marina Mart. Maryani terlihat menangis tersedu-sedu dan mengatakan bahwa susu kedaluwarsa itu telah diberikan kepada bayinya. Padahal, dia mengaku selalu membeli susu di toko tersebut. Video itu pun akhirnya beredar luas di media sosial.

Anak Maryani yang baru berusia tujuh bulan harus dilarikan ke rumah sakit akibat muncul bintik-bintik merah di sekujur tubuhnya setelah mengonsumsi susu kedaluwarsa itu. Atas kejadian ini, keluarga korban pun telah melapor ke Polsek Mandonga

Beda Keterangan Marina Mart Mandonga dan Ibu Kendari yang Beli Susu Kedaluwarsa

Editor Kata
Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten