2 Siswa Tinggalkan Sekolah Rakyat di Kendari, Sudah Digantikan Peserta Baru

Kendari – Dua siswa Sekolah Rakyat Merah Putih (SRMP) 25 Kendari tercatat tidak melanjutkan pendidikan setelah sebulan program berjalan. Namun, posisi mereka langsung digantikan peserta baru hasil verifikasi Dinas Sosial dan Badan Pusat Statistik sehingga jumlah siswa tetap 50 orang.
Kepala SRMP 25 Kendari, Ferdinand Nicholas Bonde, menjelaskan bahwa keputusan keluar murni dari pihak keluarga. Seorang siswa memilih kembali ke rumah karena belum siap berpisah dengan orang tua, sementara satu siswa lainnya ditarik karena berkebutuhan khusus.
“Keduanya keluar bukan karena masalah di sekolah, tetapi murni pilihan keluarga. Kami menghargai keputusan itu, dan langsung digantikan dengan siswa baru sesuai hasil assessment resmi,” ujarnya, Selasa (26/8/2025).
Ferdinand menambahkan, SRMP menerima siswa berdasarkan data keluarga miskin ekstrem yang telah diverifikasi pemerintah. Dengan demikian, setiap anak yang masuk telah melalui proses seleksi ketat.
“Sekolah hanya menampung apa yang menjadi hasil assessment. Jadi data siswa benar-benar sesuai kriteria,” katanya.
Meski ada pergantian, kegiatan sekolah tetap berjalan lancar. Saat ini, SRMP Kendari menempati Gedung Sentra Meohai sambil menunggu pembangunan sekolah baru.
Ferdinand menilai perjalanan sekolah selama sebulan ini cukup baik. Anak-anak mulai beradaptasi dengan rutinitas belajar, sementara fasilitas tambahan seperti laptop dan smart board untuk tiap kelas segera datang.
“Kami optimistis anak-anak di SRMP bisa terus berkembang. Kehadiran mereka adalah bagian dari upaya bersama memberi akses pendidikan layak bagi keluarga miskin ekstrem,” tuturnya.





