20 Finalis Duta Bahasa Sultra Tampilkan Bakat, dari Tari hingga Monolog di Malam Talenta

Kendari – Sebanyak 20 finalis Pemilihan Duta Bahasa (Pildubas) Sulawesi Tenggara (Sultra) 2026 unjuk kemampuan dalam malam penampilan talenta yang digelar di Aula Kandai Balai Bahasa Sultra, Jumat (1/5/2026) malam.
Beragam bakat ditampilkan para finalis, mulai dari menyanyi, tari tradisional dan modern, seni bela diri, hingga pertunjukan monolog dan teater. Ajang ini menjadi salah satu tahapan penting dalam seleksi Duta Bahasa Sultra tahun ini, sekaligus ruang bagi peserta menunjukkan kreativitas dan karakter mereka di hadapan dewan juri.
Koordinator Pildubas Sultra 2026, Dwi Pratiwi S. Husba, menilai penampilan para finalis mencerminkan potensi generasi muda yang tidak hanya cakap berbahasa, tetapi juga memiliki keberagaman talenta.
Ia menyebutkan, malam talenta tidak sekadar menampilkan kemampuan seni, tetapi juga menjadi indikator kepercayaan diri, penguasaan panggung, serta kemampuan peserta dalam menyampaikan pesan kepada publik.
“Penampilan para finalis sangat beragam dan menarik. Ini menunjukkan bahwa generasi muda Sultra memiliki potensi besar, tidak hanya dalam aspek kebahasaan, tetapi juga seni dan budaya,” ujarnya.
Adapun penampilan finalis diawali oleh Hendri Kusuma Wardani dari Kota Baubau dengan membawakan lagu, disusul Elga Stevani asal Kota Kendari dengan tari. Muhammad Ihsan Fauzi dari Konawe Utara (Konut) tampil dengan puisi monolog, sementara I Made Merta Santika dari Kolaka Timur (Koltim) membawakan tarian Bali.
Siti Fatima dari Muna Barat (Mubar) tampil sebagai pembaca berita, diikuti Abel Nugraha dari Bombana dengan penampilan vokal. Hasri dari Mubar membawakan dongeng, sedangkan Akhwat Dwi Julyani dari Kendari menampilkan tari kreasi.
Penampilan berlanjut dengan Ahmad Haydar Faiz dari Buton Tengah (Buteng) yang menunjukkan kemampuan silat, serta Yudalihafi Rosanti dari Kendari melalui pertunjukan teater. Siti Sabila Nasir dari Baubau membacakan puisi monolog, diikuti Nurhalisa dari Kendari dengan tari.
Radit Januari dari Konawe Selatan (Konsel) kembali menghidupkan suasana dengan lagu, sementara Agung Cahyo Tedja dari Baubau memainkan alat musik. Eva Fajriyani dari Kolaka membawakan tari modern, dan Rezki Miftahul Royan dari Wakatobi menampilkan seni wayang.
Icel Saputri Bakring dari Konut tampil dengan monolog, disusul Anggun Melani dari Buton Utara (Butur) yang memadukan tari dan nyanyi. Vanes Aswan dari Muna memperagakan silat khas daerahnya, dan penampilan ditutup oleh Suparman dari Koltim dengan tari garapan.





