Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Kendari

3 Kabupaten/Kota di Sultra Dapat Pembagian Konverter Kit LPG untuk Nelayan dan Petani

3 Kabupaten/Kota di Sultra Dapat Pembagian Konverter Kit LPG untuk Nelayan dan Petani
Penyaluran konverter kit BBM ke LPG bersama Anggota Komisi VII DPR RI, Andi Yuliani Paris. Foto: Istimewa.

Sulawesi TenggaraPT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi bersama Komisi VII DPR RI dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membagikan 16.930 konverter kit bahan bakar minyak (BBM) ke LPG untuk nelayan dan petani di 14 kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara (Sultra) dan Sulawesi Selatan (Sulsel), Rabu (31/11/2022).

Dari pembagian itu, tiga kabupaten/kota di Sultra yang mendapatkan konverter kit yakni Kabupaten Kolaka Utara, Konawe Selatan, dan Kota Kendari. Sedangkan di Sulsel mendapatkan kuota di 11 kabupaten.

Program tersebut merupakan bagian dari transisi energi skala mikro untuk membuat petani dan nelayan makin efisien dalam menggunakan bahan bakar dan mempermudah akses mendapat bahan bakar tersebut.

Penyaluran konverter kit BBM ke LPG di Kabupaten Jeneponto.
Penyaluran konverter kit BBM ke LPG di Kabupaten Jeneponto. Foto: Istimewa.

Area Manager Comm, Rel, dan CSR, Fahrougi Andriani Sumampouw mengatakan, paket yang dibagikan itu terdiri atas 8.399 paket untuk nelayan dan 8.532 paket untuk petani.

Ia menyebut, dengan adanya program konversi BBM ke LPG, petani dan nelayan akan diuntungkan dari sisi akses mendapatkan tabung LPG dengan mudah dan bisa lebih menghemat bahan bakar.

“Mereka bisa menghemat pengeluaran pemakaian BBM. Dengan pemakaian normal satu tabung LPG tiga kilogram setara dengan tujuh liter BBM. Jelas sangat menghemat, apalagi dengan kondisi harga sekarang,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM, Tutuka Ariadji mengungkapkan, program tersebut telah dijalankan sejak 2016 secara nasional. Hingga 2021, total penyaluran alat tersebut telah mencapai 99 ribu lebih paket konversi untuk petani dan nelayan. Program tersebut awalnya dilakukan untuk menyelamatkan lingkungan.

Baca Juga:  7 Jam Terombang-Ambing di Laut, 2 Nelayan Kolaka Ditemukan

“Pemakaian gas LPG emisinya lebih sedikit dibandingkan dengan BBM,” katanya.

Saat ini hampir seluruh desa di Sulawesi sudah memiliki pangkalan dengan adanya inisiatif program One Village One Outlet (OVOO) LPG dan diharapkan semua kebutuhan nelayan serta petani dapat ter-cover.

“Dan dengan adanya konversi BBM ke LPG diharapkan juga mengurangi pembelian BBM menggunakan jeriken di SPBU oleh petani dan nelayan,” pungkasnya.

Penulis
Editor Kata
Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten