6.000 Partisipan Ramaikan HUT ke-62 Sultra, 24 Agenda Tersaji hingga 27 April 2026

Kendari – Perayaan Harmoni Sulawesi Tenggara (Sultra) dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 provinsi tersebut melibatkan ribuan orang dengan puluhan agenda yang berlangsung selama beberapa hari. Total sebanyak 6.000 partisipan ambil bagian dalam 24 rangkaian kegiatan yang dijadwalkan berjalan hingga 27 April 2026 di Eks MTQ Kota Kendari.
Ketua panitia, Ridwan Badallah, menyebutkan bahwa skala pelaksanaan tahun ini mencerminkan besarnya keterlibatan berbagai pihak dalam menyemarakkan momentum tahunan tersebut.
“Harmoni Sultra tahun 2026 dilaksanakan dengan total kegiatan sebanyak 24 kegiatan dan total partisipan sebanyak 6.000 orang,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).
Menurutnya, ribuan peserta yang terlibat berasal dari beragam latar belakang, mulai dari instansi pemerintah, lembaga keuangan, hingga masyarakat umum. Keterlibatan ini menunjukkan semangat kebersamaan dalam merayakan hari jadi daerah.
Ia menambahkan, konsep yang diusung panitia menitikberatkan pada kolaborasi lintas sektor. Sejumlah institusi turut dilibatkan, di antaranya Bank Indonesia, Bank Sultra, Bank Bahteramas, serta TNI Angkatan Darat.
“Pemerintah daerah mengusung konsep kolaborasi strategis dengan menggandeng berbagai instansi mulai dari Bank Indonesia, Bank Sultra, Bank Bahteramas, hingga TNI Angkatan Darat,” katanya.
Tak hanya itu, kegiatan ini juga melibatkan instansi vertikal, BUMN, BUMD, sektor swasta, asosiasi, hingga komunitas kreatif dan masyarakat luas.
“Kami percaya kemajuan tidak dibangun sendiri, tetapi didorong secara bersama dan kolaborasi,” lanjut Ridwan.
Di sisi lain, Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Wakatobi terkait perubahan lokasi kegiatan yang semula direncanakan digelar di wilayah tersebut.
“Saya selaku gubernur ingin mengucapkan permohonan maaf terutama kepada masyarakat Wakatobi di mana seharusnya acara kegiatan ini dilakukan di Wakatobi, tetapi karena kendala teknis akhirnya dilaksanakan di sini,” ucapnya.
Sebagai tindak lanjut atas perubahan tersebut, pemerintah provinsi mengalihkan dukungan dalam bentuk anggaran pendidikan sebesar Rp5 miliar untuk pembangunan sekolah di Wakatobi, serta menyiapkan anggaran pembangunan infrastruktur jalan di wilayah tersebut.





