Polda Sultra Ungkap Aksi Begal Bersenjata Tajam, Pelaku Diringkus Usai 10 Kali Beraksi

Kendari – Unit Resmob Subdit III Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) berhasil meringkus seorang pelaku begal yang kerap beraksi di wilayah Kota Kendari dan Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).
Pelaku yang diketahui berinisial S (30) diamankan di Jalan Tinumbu, Kelurahan Kandai, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari, pada Rabu (5/11/2025) sekitar pukul 13.30 Wita.
Kanit Resmob Polda Sultra, AKP Gayuh Pambudhi, mengatakan bahwa penangkapan dilakukan setelah pihaknya menerima laporan dari seorang pelajar berinisial Z (14), warga Desa Konda, Kecamatan Konda, Konsel, beberapa waktu lalu. Korban menjadi sasaran pelaku yang mengancam dengan senjata tajam lalu merampas sepeda motor miliknya.
“Tim melakukan penyelidikan selama lima hari dan berhasil menemukan keberadaan pelaku di kawasan Kecamatan Kendari Barat. Saat diamankan, pelaku sempat berusaha kabur namun berhasil ditangkap,” ungkap AKP Gayuh, Kamis (6/11).
Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengakui telah melakukan aksi begal di 10 lokasi berbeda di wilayah Kota Kendari dan Konsel. Ia juga mengaku beraksi bersama seorang rekannya berinisial P, yang kini masih dalam pengejaran polisi.
Dalam setiap aksinya, pelaku menyasar korban yang masih pelajar dengan mengancam menggunakan pisau bergagang biru. Usai merampas kendaraan korban, motor hasil kejahatan kemudian digadai untuk mendapatkan uang yang sebagian digunakan membeli narkotika jenis sabu-sabu.
Dari tangan pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa 2 unit sepeda motor, 1 pisau, 1 set pakaian yang digunakan saat beraksi, serta 2 bong alat hisap sabu-sabu.
“Pelaku ini merupakan target operasi (TO) dalam Operasi Sikat Anoa 2025 dan diketahui sebagai residivis kasus pencurian,” tambah AKP Gayuh.
Kini pelaku ditahan di Mapolda Sultra dan dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.
“Kami masih melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan serta lokasi lain yang menjadi tempat pelaku beraksi,” pungkasnya.





