Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Konawe

Honor Aparat hingga Dana Ketahanan Pangan Dipersoalkan, Warga Segel Kantor Desa Puuhopa Konawe

Honor Aparat hingga Dana Ketahanan Pangan Dipersoalkan, Warga Segel Kantor Desa Puuhopa Konawe
Sejumlah warga Desa Puuhopa, Kecamatan Puriala, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), menyegel kantor desa sebagai bentuk protes terhadap kinerja pemerintah. Foto: Istimewa. (4/1/2026).

Konawe – Sejumlah warga Desa Puuhopa, Kecamatan Puriala, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), menyegel kantor desa sebagai bentuk protes terhadap kinerja pemerintah, Minggu (4/1/2026). Aksi itu dipicu persoalan honor aparat desa hingga pengelolaan dana ketahanan pangan yang dinilai tidak transparan.

Warga mendatangi kantor desa secara beramai-ramai lalu melakukan penyegelan pada pintu dan akses masuk. Mereka menilai, berbagai persoalan pemerintahan desa selama ini tidak pernah dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat.

Dalam video, warga mengatakan penyegelan dilakukan karena sudah berulang kali meminta kejelasan terkait penggunaan dana ketahanan pangan, namun tidak pernah mendapatkan jawaban yang memuaskan dari pemerintah desa.

Sejumlah warga Desa Puuhopa, Kecamatan Puriala, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), menyegel kantor desa sebagai bentuk protes terhadap kinerja pemerintah.
Sejumlah warga Desa Puuhopa, Kecamatan Puriala, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), menyegel kantor desa sebagai bentuk protes terhadap kinerja pemerintah. Foto: Istimewa. (4/1/2026).

“Ini bentuk kekecewaan kami. Dana ketahanan pangan dipertanyakan, honor aparat desa juga belum jelas pembayarannya,” ujar warga tersebut dalam video yang diterima Kendariinfo.

Menurut warga, persoalan itu sebenarnya sudah dibahas dalam beberapa pertemuan dan upaya mediasi. Namun, tidak ada titik temu maupun iktikad baik untuk membuka data dan penggunaan anggaran desa secara rinci.

Selain dana ketahanan pangan, warga juga menyoroti honor sejumlah aparat desa yang disebut belum sepenuhnya disalurkan. Kondisi tersebut dinilai memicu keresahan dan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan pemerintahan desa.

“Aksi ini kami lakukan bersama-sama dan dikoordinasikan melalui BPD. Kami hanya ingin kejelasan dan keterbukaan,” kata warga lainnya.

Warga pun mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe, Inspektorat Daerah, hingga aparat penegak hukum untuk turun tangan melakukan audit investigatif. Mereka berharap pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh agar tidak menimbulkan konflik berkepanjangan di tengah masyarakat.

Baca Juga:  Lomba Lari Maraton di Konawe, Atlet asal Kenya Afrika Timur Sabet Juara 1

Sementara itu, Kapolsek Puriala, Iptu M. Nur Avivin membenarkan adanya penyegelan Kantor Desa Puuhopa oleh warga. Ia menyebut pihak kepolisian telah menerima laporan terkait kejadian tersebut.

“Benar, warga menyegel kantor desa dan kejadian itu sudah dilaporkan ke Polres,” kata Avivin saat dikonfirmasi.

Ia menambahkan, polisi saat ini masih melakukan langkah awal untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat agar tetap kondusif, sembari menunggu perkembangan dan tindak lanjut dari pihak terkait.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten