Ayah dan Anak di Buteng Tenggelam Dihantam Gelombang Tinggi, Keduanya Meninggal

Buton Tengah – Ayah dan anak di Kabupaten Buton Tengah (Buteng), Sulawesi Tenggara (Sultra), ditemukan meninggal dunia setelah perahu yang mereka tumpangi terbalik dihantam gelombang tinggi. Keduanya berinisial LD (48) dan Z (9).
Keduanya ditemukan di perairan Desa Talaga, Kecamatan Talaga Raya, Sabtu (17/1/2026) malam. Insiden terjadi saat korban pergi menjaring ikan di tengah cuaca ekstrem sekitar pukul 17.30 Wita.
Perahu kecil yang mereka gunakan tak mampu melawan terjangan ombak besar. Gelombang setinggi kurang lebih tiga meter menghantam perahu hingga terbalik. Ayah dan anak itu pun terlempar ke laut dan dinyatakan hilang.
Proses pencarian berlangsung sulit, karena cuaca buruk. Keluarga korban bersama warga dan anggota Polsek Talaga Raya ikut melakukan pencarian dengan peralatan seadanya.
Kapolsek Talaga Raya, Iptu La Siri, mengatakan jasad LD lebih dulu ditemukan warga setelah melihat cahaya senter terapung di laut.
“Warga melapor melihat cahaya senter di laut. Setelah dicek, ternyata itu senter yang terikat di kepala korban,” ujar La Siri, Minggu (18/1/2026).
LD sempat dievakuasi dan dilarikan ke puskesmas terdekat. Namun, nyawanya tidak tertolong. Sementara jasad Z ditemukan sekitar satu jam kemudian di dasar laut pada kedalaman 16 meter. Saat jasad korban diangkat ke perahu, keluarga yang ikut dalam pencarian menangis histeris.
“Sampai di puskesmas, LD dinyatakan meninggal dunia. Beberapa jam pencarian, anak korban berinisial Z juga akhirnya ditemukan di dasar laut,” katanya.
La Siri menyebut pencarian dilakukan bersama keluarga, masyarakat, dan anggota Polsek meski kondisi cuaca masih ekstrem. Atas kejadian itu, pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya nelayan, agar tidak memaksakan diri melaut saat cuaca buruk demi keselamatan.





