Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Wakatobi

Haliana Tegaskan Efisiensi Anggaran Tak Boleh Hambat Perbaikan RSUD Wakatobi

Haliana Tegaskan Efisiensi Anggaran Tak Boleh Hambat Perbaikan RSUD Wakatobi
Gedung RSUD Wakatobi yang berlokasi di Kelurahan Mandati III, Kecamatan Wangiwangi Selatan, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra). Foto: Istimewa.

WakatobiBupati Wakatobi, Haliana, menegaskan agar gedung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wakatobi yang terletak di Kelurahan Mandati III, Kecamatan Wangiwangi Selatan, Kabupaten Wakatobi, diperbaiki demi memaksimalkan pelayanan bagi seluruh masyarakat, tanpa menjadikan efisiensi anggaran sebagai hambatan.

“Efisiensi jangan dijadikan hambatan, lakukan apa yang bisa diperbaiki, jalankan apa yang bisa diwujudkan. Semua harus seimbang dan maksimalkan pelayanan RSUD Wakatobi agar menjadi harapan kesembuhan pasien,” tegasnya Haliana melalui keterangan resmi, Sabtu (7/2/2026).

Upaya itu dilakukan untuk mewujudkan Kabupaten Wakatobi yang sentosa berdasarkan kerja nyata, cepat, cerdas, dan ikhlas.

“Harus bisa kerja nyata, kerja cepat, kerja cerdas, kerja ikhlas demi mewujudkan Wakatobi Sentosa. No one left behind,” tambahnya.

Pada Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) di Gedung Dharma Wanita, Kelurahan Pongo, Kecamatan Wangiwangi, Kamis (22/1) lalu, Haliana menilai hal pertama yang harus diupayakan dalam pelayanan kesehatan adalah kondisi fisik gedung rumah sakit. Hal itu dinilai mampu menjadi sugesti yang memengaruhi kondisi pasien.

“Kalau di rumah sakit swasta, bukan hanya berlomba dokter ahli. Mungkin semua dokter sama ilmunya, mungkin alatnya hampir sama semua dengan alat modern yang kita pakai, tetapi apa yang mereka lakukan pertama, yaitu tentang mewahnya gedung. Jadi, orang yang sakit merasa tinggal di hotel. Ini menjadi sugesti,” ujarnya Haliana dalam forum tersebut.

Namun, kondisi tersebut dinilai berbeda dengan RSUD Wakatobi saat ini. Ia menilai kondisi bangunan dapat memunculkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap layanan yang tersedia.

“Tetapi bayangkan seperti rumah sakit kita. Sakitnya mungkin baru 20 persen, melihat rumah sakit begitu, sakitnya sampai 50 persen, 70 persen. Pasti pikiran pertama, peralatan di dalam tidak bagus. Kedua, dokternya pasti apa adanya,” tuturnya.

Haliana juga meminta seluruh dinas terkait serta perangkat desa untuk berunding dan berkoordinasi agar pelayanan kesehatan bisa lebih cepat menjangkau seluruh kalangan.

“Kemudian masyarakat bisa mendapatkan informasi pelayanan lebih cepat, melalui layanan 112. Perlu Kominfo dengan dinas-dinas terkait dan pemerintah desa untuk duduk diskusi bersama agar informasi disebarkan lebih cepat kepada masyarakat tentang pelayanan yang telah kita buat,” pungkasnya.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten