Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Kendari

462 Anak di Kendari dalam Penanganan Stunting

462 Anak di Kendari dalam Penanganan Stunting
Sekda Kota Kendari, Amir Hasan saat mengunjungi salah satu keluarga stunting. Foto: Dok. Kendarikota. (23/2/2026).

Kendari – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari mencatat sebanyak 462 anak masuk dalam penanganan stunting. Angka tersebut menjadi fokus utama intervensi melalui berbagai program, salah satunya pendampingan langsung oleh pejabat daerah lewat program persaudaraan pejabat.

Sebagai bagian dari upaya percepatan, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kendari, Amir Hasan, bersama Asisten I dan Asisten II melakukan kunjungan ke anak asuh di Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia dan Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Senin (23/2/2026). Kunjungan ini tidak sekadar simbolis, tetapi menjadi bentuk intervensi langsung terhadap anak-anak yang berisiko atau telah mengalami stunting.

Dalam kunjungan itu, rombongan menyerahkan bantuan berupa beras, telur, serta kebutuhan nutrisi lainnya guna mendukung pemenuhan gizi anak sekaligus membantu keluarga yang membutuhkan.

Amir menegaskan langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah memastikan tidak ada anak di Kendari yang tumbuh dengan kondisi gizi kurang.

“Kita tidak ingin ada anak-anak di Kota Kendari yang pertumbuhannya terhambat karena kekurangan gizi. Melalui program persaudaraan ini, pejabat tidak hanya memantau dari laporan, tetapi hadir langsung melihat kondisi anak dan keluarganya,” ujar Amir dikutip dari laman Pemkot Kendari.

Menurutnya, penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara parsial. Selain bantuan pangan, intervensi juga dilakukan melalui edukasi keluarga mengenai pola asuh, asupan gizi seimbang, serta pentingnya menjaga sanitasi lingkungan.

“Percepatan penanganan stunting harus dilakukan bersama. Tidak cukup hanya bantuan pangan, tetapi juga pendampingan, edukasi, dan pemantauan rutin agar hasilnya berkelanjutan,” tambahnya.

Baca Juga:  Pemkot Kendari Lelang Mobil Dinas Tua untuk Efisiensi Biaya Operasional

Ia menekankan, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci, mulai dari perangkat daerah, tenaga kesehatan, hingga partisipasi masyarakat. Program persaudaraan pejabat dirancang agar intervensi tepat sasaran, sekaligus memastikan pemantauan berjalan berkelanjutan.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten