Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Kendari

Detik-Detik 2 Pria Marahi Driver Online saat Jemput TNI di Pelabuhan Kendari

Detik-Detik 2 Pria Marahi Driver Online saat Jemput TNI di Pelabuhan Kendari
Detik-detik dua pria cegat dan marahi driver online berinisial AL di Pelabuhan Nusantara Kendari, Kelurahan Kandai, Kecamatan Kendari, Kota Kendari. Foto: Istimewa. (18/4/2026).

Kendari – Dua orang pria terekam kamera saat mencegat dan memarahi seorang driver online berinisial AL (26) saat mengambil penumpang di kawasan Pelabuhan Nusantara Kendari, Kelurahan Kandai, Kecamatan Kendari, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Sabtu (18/4/2026).

Dalam video yang diterima Kendariinfo, AL terlibat adu mulut dengan dua pria yang ada di kawasan pelabuhan itu. Kedua pria itu melontarkan kata-kata ancaman dan berusaha merebut handphone AL yang merekam keduanya.

AL mengaku mendapat orderan di lokasi itu. Saat menuju ke lokasi untuk mengambil penumpangnya, ia pun dihalau dan diminta agar tidak memasuki kawasan pelabuhan.

Padahal, kata AL, ia berhenti di kawasan Pertamina, jaraknya sekitar 100 meter dari lokasi pintu masuk pelabuhan. Bahkan, ia tidak mengetahui jika sudah ada larangan untuk mengambil penumpang di tempat itu.

Namun, saat penumpangnya telah masuk ke dalam mobil dan ia hendak meninggalkan lokasi, kedua pria itu menghalau bahkan mengucapkan kata-kata yang berisi ancaman. Meskipun ada TNI di dalam mobil, kedua pria itu tetap ngotot.

“Penumpangku itu TNI, tapi mereka dua orang itu tetap ngotot sama saya. Mereka sampaikan ke saya bahwa sudah ada aturan tidak bisa ambil penumpang di sana. Saya kan tidak masuk pelabuhan, jauh saya menunggu,” kesalnya, Minggu (19/4).

AL merasa tidak nyaman dengan perlakuan dua pria tersebut. Ia juga tidak mengetahui siapa dua orang tersebut, apakah buruh, calo, pegawai pelabuhan, atau hanya orang-orang yang ingin memanfaatkan situasi tersebut.

Baca Juga:  GOJO Kendari Siapkan Promo “Siap Menemani Lebaranmu”, Diskon hingga 30 Persen

“Saya tidak kenal, mereka hanya marah-marah saja. Mereka mau foto mobilku dan mau tandai, intinya kalimatnya itu berisi ancaman,” paparnya.

AL merasa khawatir jika akan mengambil penumpang lagi di tempat itu. Ia berharap aparat kepolisian atau pihak pelabuhan memberikan kejelasan terkait proses pengambilan penumpang di lokasi itu. Karena, setahunya belum ada aturan yang mengatur hal tersebut.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten