Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Konawe

Konkep Raih Penghargaan Kemendagri, Jadi Kabupaten Terbaik Kedua Tekan Pengangguran di Sulawesi

Konkep Raih Penghargaan Kemendagri, Jadi Kabupaten Terbaik Kedua Tekan Pengangguran di Sulawesi
Bupati Konawe Kepulauan (Konkep), Rifqi Saifullah Razak, saat menerima penghargaan kabupaten terbaik kedua se-Pulau Sulawesi dalam menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Foto: Istimewa.

Konawe Kepulauan – Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) kembali mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat regional. Daerah yang dikenal sebagai Pulau Wawonii itu berhasil meraih penghargaan sebagai kabupaten terbaik kedua se-Pulau Sulawesi dalam menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), Jumat (29/5/2026).

Penghargaan tersebut diberikan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam kegiatan resmi yang digelar di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Prestasi itu membuktikan bahwa pembangunan ekonomi yang berpihak kepada masyarakat mampu menghadirkan hasil nyata. Di balik capaian itu, terdapat berbagai program yang dirancang untuk membuka peluang kerja dan menggerakkan ekonomi lokal hingga ke tingkat desa.

Bupati Konkep, Rifqi Saifullah Razak, mengaku bersyukur atas penghargaan yang diraih daerahnya. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah daerah dan masyarakat.

“Penghargaan ini bukan hanya milik pemerintah, tetapi milik seluruh masyarakat Konawe Kepulauan yang selama ini terus mendukung berbagai program pembangunan daerah,” ujar Rifqi, Sabtu (30/5).

Salah satu program yang menjadi andalan Pemda Konkep adalah bersafari, yakni program regenerasi pemuda tani dan nelayan milenial. Melalui program ini, generasi muda didorong untuk mengembangkan sektor pertanian dan perikanan dengan pendekatan yang lebih modern dan berorientasi pasar.

“Para pemuda tidak hanya mendapatkan pendampingan, tetapi juga kami berikan kesempatan belajar langsung ke Bogor dan sejumlah daerah di Pulau Jawa agar mereka memiliki pengetahuan dan keterampilan yang lebih baik sesuai komoditas yang dikembangkan,” katanya.

Selain itu, program tersebut diintegrasikan dengan BUMDes guna memastikan akses permodalan dan pemasaran hasil produksi masyarakat berjalan berkelanjutan.

Di sektor UMKM, Pemda Konkep juga mewajibkan seluruh OPD menggunakan produk olahan lokal sebagai bentuk keberpihakan terhadap pelaku usaha daerah. Kebijakan ini diperkuat melalui revitalisasi pasar rakyat dan penyelenggaraan Festival Wonderful Wawonii yang mampu meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus bekerja dan menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat Pulau Wawonii meskipun di tengah tantangan fiskal yang tidak mudah,” tutup Rifqi.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten