Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Buton

Insiden Berdarah saat Pesta Pernikahan di Buteng, Nelayan Alami Luka Sabetan Parang

Insiden Berdarah saat Pesta Pernikahan di Buteng, Nelayan Alami Luka Sabetan Parang
Nelayan berinisial LHK (56), korban penganiayaan hingga mendapat luka sabetan parang dari pria berinisial K (59), dalam acara pernikahan di Desa Terapung, Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah (Buteng). Foto: Istimewa.

Buton Tengah – Insiden penganiayaan menggunakan senjata tajam mewarnai sebuah pesta pernikahan di Desa Terapung, Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah (Buteng), Minggu (7/6/2026). Dalam kasus itu, seorang nelayan berinisial LHK (56), warga Desa Lolibu, Kecamatan Lakudo, menjadi korban sabetan parang yang dilakukan oleh pria berinisial K (59).

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka robek pada jari tangan kiri dan bahu kiri hingga harus menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Buteng.

Kapolsek Mawasangka, Iptu Kamaluddin, menjelaskan bahwa peristiwa bermula saat korban menghadiri acara pesta pernikahan yang berlangsung di Desa Terapung. Saat itu, korban sedang duduk bersama warga lainnya di lokasi acara.

“Berdasarkan keterangan korban, pada saat kejadian korban sedang menghadiri acara pesta pernikahan yang berlangsung di Desa Terapung, Kecamatan Mawasangka,” ujar Kamaluddin, Senin (8/6).

Di tengah berlangsungnya acara, pelaku tiba-tiba datang dalam keadaan emosi. Pelaku kemudian melontarkan ancaman kepada korban dan menyatakan akan mengambil senjata tajam berupa parang.

“Saat korban sedang duduk di lokasi acara, tiba-tiba seorang laki-laki yang diketahui berinisial K datang dalam keadaan emosi dan mengeluarkan ancaman akan mengambil senjata tajam berupa parang,” katanya.

Tak lama berselang, pelaku kembali sambil membawa parang dan langsung mendekati korban. Menyadari adanya ancaman, korban berusaha menghindar dengan melarikan diri dari lokasi pesta.

Namun nahas, korban terjatuh saat berusaha menyelamatkan diri. Pelaku kemudian mengayunkan parang ke arah korban hingga mengenai bagian jari tangan kiri dan bahu kiri.

“Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka robek pada jari tangan kiri dan bahu kiri akibat sabetan senjata tajam,” tambah Kamaluddin.

Usai kejadian, korban langsung mendapatkan pertolongan dan dibawa ke RSUD Kabupaten Buteng untuk menjalani perawatan. Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penanganan dan penyelidikan lebih lanjut terkait motif penganiayaan yang terjadi di tengah pesta pernikahan tersebut.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten