Pria Mabuk Mengamuk di Indekos Mantan Kekasih di Kendari, Diduga Kesal Diputuskan

Kendari – Seorang pria berinisial I (20) diamankan aparat kepolisian setelah mengamuk dan merusak kamar indekos mantan kekasihnya di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Aksi pelaku diduga dipicu rasa kesal usai diputuskan oleh sang kekasih.
Peristiwa tersebut terjadi di salah satu indekos di sekitar Jalan Mangkerey, Kelurahan Lalolara, Kecamatan Kambu, Kendari, Rabu (10/6/2026) malam. Selain melakukan perusakan, pelaku juga diduga menganiaya mantan kekasihnya berinisial W (20) dan seorang rekan korban berinisial T (20).
Dantim Perintis Presisi Ditsamapta Polda Sultra, Bripka Boy Sagita menjelaskan insiden bermula sekitar pukul 21.30 Wita saat W bertemu dengan pelaku untuk mengakhiri hubungan mereka secara baik-baik. Namun saat itu, korban mendapati pelaku dalam kondisi dipengaruhi minuman keras (miras).
“Merasa tidak nyaman, korban kemudian meninggalkan lokasi dan kembali ke tempat indekosnya,” ujar Boy saat dikonfirmasi Kendariinfo, Minggu (14/6).
Tak lama berselang, pelaku menyusul korban ke indekos dan meluapkan emosinya. Setibanya di lokasi, pelaku menendang pintu kamar hingga rusak. Ia kemudian diduga menganiaya korban dan rekannya yang berada di dalam kamar.
Tak hanya itu, pelaku juga merusak sejumlah barang milik korban. Perabot yang dirusak antara lain kipas angin, lemari, rice cooker, hingga perlengkapan makan.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian materiel yang ditaksir mencapai Rp3 juta. Aksi pelaku juga memicu kemarahan warga dan penghuni indekos hingga nyaris menjadi sasaran amuk massa.
Tim Patroli Perintis Presisi Ditsamapta Polda Sultra yang menerima laporan warga kemudian mendatangi lokasi sekitar pukul 22.20 Wita. Petugas selanjutnya mengamankan pelaku beserta pihak-pihak yang terlibat.
“Setelah itu, pelaku perusakan dan penganiayaan langsung kami amankan ke kantor polisi. Korban, saksi, serta pihak yang terlibat juga ikut kami bawa,” kata Boy.
Boy mengatakan situasi di lokasi sempat memanas karena warga emosi melihat tindakan pelaku. Beruntung, aparat kepolisian segera tiba sehingga keributan tidak makin meluas.
“Kami bergerak cepat setelah menerima laporan dari warga. Saat petugas tiba, situasi berhasil dikendalikan dan seluruh pihak yang terlibat kami bawa ke Mapolsek Poasia untuk penanganan lebih lanjut,” tutupnya.





