2 Korban Pengeroyokan di Baubau Minta Polisi Usut Pelaku

Baubau – Farid dan Yamin, korban pengeroyokan di depan SMPN 3 Baubau, Jalan Betoambari, Kelurahan Bonebone, Kecamatan Batupoaro, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), meminta polisi mengusut pelaku.
Keduanya menjadi korban pengeroyokan saat dicegat secara tiba-tiba rombongan pengendara yang berjumlah sekitar 20 orang, Minggu (21/6/2026), sekitar pukul 01.30 Wita.
Yamin yang saat itu masih berada di atas motor langsung ditarik dari arah belakang hingga terjatuh. Saat itulah betis Yamin dilindas pelaku menggunakan sepeda motor.
Sementara Farid mengalami luka pada bagian kepala dan area wajah. Hingga saat ini, Farid mengaku masih merasakan sakit.
“Muka memar dan kepala luka. Sampai sekarang saya masih merasakan sakit di bagian kepala. Penyerangan secara tiba-tiba,” ujar Farid kepada Kendariinfo, Rabu (24/6).
Tidak hanya menyerang bagian fisik, Farid mengatakan ponsel milik Yamin juga dibawa kabur rombongan terduga pelaku. Pengeroyokan itu kemudian dilaporkan pada hari yang sama ke Kepolisian Resor (Polres) Baubau.
“Saya berharap dari pihak kepolisian bisa menanggapi serius atas kejadian yang kami alami,” katanya.
Kasi Humas Polres Baubau, Iptu Rino Asnan, mengaku perkara pengeroyokan yang dialami kedua korban masih dalam proses penyelidikan.
“Masih dalam proses penanganan penyelidikan,” ujarnya kepada Kendariinfo, Rabu (24/6).
Sebelumnya, Kendariinfo sempat memberitakan soal aksi tawuran antarkelompok remaja di depan SMPN 3 Baubau, Minggu (21/6). Namun setelah ditelusuri, aksi tersebut merupakan berkaitan dengan kasus pengeroyokan terhadap Farid dan Yamin.
Aksi Tawuran Remaja di Baubau Terekam CCTV, 1 Perempuan Jatuh Terkena Pukulan





