Ketua RT 6 Periode di Punggolaka Kendari Ini Blak-Blakan Hanya Dapat Janji Pembangunan

Kendari – Enam periode menjabat sebagai Ketua RT, Wa Ode Kasi masih harus menelan kekecewaan lantaran sejumlah aspirasi warga di wilayahnya belum juga terealisasi.
Ketua RT 021 RW 06, Kelurahan Punggolaka, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, itu secara terbuka menyuarakan persoalan infrastruktur hingga penyaluran bantuan sosial yang dinilai belum merata.
Wa Ode Kasi mengatakan sejumlah persoalan mendasar masih dirasakan warga di lingkungannya. Salah satunya kondisi akses jalan yang rusak parah serta minimnya lampu penerangan jalan umum (PJU).
Ia juga menyinggung program penerangan jalan yang menurutnya belum merata. Ia membandingkan wilayah RT 021 dengan RT 03 RW 02 yang disebutnya telah mendapat bantuan lampu jalan.
“Ini tidak apa-apa, saya paham tidak semua bisa direalisasikan sekaligus, termasuk janji-janji Ibu Wali Kota,” ujar Wa Ode Kasi.
Tak hanya soal infrastruktur, ia turut mempersoalkan perubahan data desil kemiskinan yang berdampak pada warga penerima bantuan.
Menurut Wa Ode Kasi, sejumlah warganya yang sebelumnya berada pada desil 3 dan berhak menerima bantuan beras serta kepesertaan BPJS, tiba-tiba bergeser ke desil 5 sehingga bantuan mereka dihentikan.
Ia menyebut perubahan tersebut salah satunya dikaitkan dengan adanya anggota keluarga yang lolos seleksi PPPK. Namun, menurutnya, anggota keluarga tersebut telah berkeluarga dan memiliki tanggungan sendiri.
“Untuk sekarang ini kalian belum kasih saya apa-apa, hanya janji. Reses janji, Musrenbang janji. Saya sudah enam periode jadi Ketua RT, hanya dapat janji, janji, dan janji,” tegasnya.
Wa Ode Kasi juga secara terbuka menyentil wakil rakyat dari Dapil Mandonga-Puuwatu, Apriliani, terkait program penerangan jalan yang dinilainya belum menyentuh seluruh wilayah secara adil.
Keluhan tersebut kemudian menjadi perhatian di media sosial setelah video pernyataannya diunggah akun Facebook Mia Salesi pada Selasa (18/8/2026).
Video tersebut mendapat beragam respons dari warganet. Sejumlah pengguna media sosial mengaku merasakan persoalan serupa terkait pembangunan infrastruktur maupun penyaluran bantuan sosial di wilayah tempat tinggal mereka.





