Dispora Beri Sinyal Hanya Cabor Prioritas yang Dipertandingkan pada Porprov Sultra 2026

Kendari – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Daerah Hidayat, memberi sinyal tidak semua cabang olahraga (cabor) akan dipertandingkan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sultra 2026.
Pemerintah provinsi mempertimbangkan efisiensi anggaran dan memprioritaskan cabor yang berpotensi menyumbangkan medali pada ajang nasional.
Hidayat mengatakan Porprov Sultra 2026 direncanakan berlangsung pada Desember 2026. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sultra masih berkoordinasi untuk mematangkan persiapan pelaksanaan ajang tersebut.
Menurutnya, efisiensi anggaran menjadi salah satu pertimbangan utama dalam menentukan jumlah cabor yang akan dipertandingkan. Kebijakan itu juga menuntut setiap pengurus provinsi cabang olahraga memenuhi kriteria dan persyaratan yang telah ditetapkan.
“Karena ada efisiensi anggaran, saya mengajak kepada seluruh cabang olahraga, simpatisan, maupun para pendukung agar memahami kondisi ini secara mendalam,” kata La Ode Daerah Hidayat, Jumat (9/10/2026).
Ia menjelaskan, pemprov akan memprioritaskan cabor unggulan Sultra yang selama ini mampu menyumbangkan medali dalam kompetisi tingkat nasional maupun internasional.
Salah satu cabor yang menjadi pertimbangan ialah softball. Cabor tersebut menyumbangkan medali emas dan perunggu pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatera Utara 2024.
Selain softball, sejumlah cabor bela diri juga masuk dalam pertimbangan karena mampu menyumbangkan medali pada ajang sebelumnya. Pemerintah akan melihat rekam jejak prestasi setiap cabor sebagai salah satu dasar penentuan prioritas.
Dia menyebut KONI Sultra memiliki peran penting dalam proses tersebut karena mengetahui perkembangan dan potensi cabor yang berada di bawah naungannya.
“Jadi, cabang-cabang olahraga ini yang pada akhirnya tidak semua diikutsertakan. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara secara teknis akan tetap berkomunikasi secara intensif untuk menentukan cabor yang tepat,” ujarnya.
Ia menambahkan, keputusan mengenai cabor yang akan dipertandingkan masih dibahas bersama pihak terkait. Pemprov akan mengumumkan keputusan akhir setelah proses koordinasi dan pertimbangan teknis selesai.
Hidayat juga meminta pengurus cabor memahami apabila nantinya terdapat cabor yang tidak masuk dalam daftar pertandingan Porprov Sultra 2026. Menurutnya, pembatasan tersebut berkaitan dengan penyesuaian anggaran yang tersedia.





