Pedagang di Dalam Eks MTQ Kendari Keluhkan Listrik Tak Memadai, Jualan Malam Terganggu

Kendari – Sejumlah pedagang di kawasan Eks MTQ Kendari mengeluhkan layanan listrik yang dinilai belum memadai. Kondisi tersebut membuat aktivitas jual beli pedagang, terutama yang berjualan pada malam hari, ikut terganggu.
Pedagang yang terdampak merupakan mereka yang menempati lapak bongkar pasang pada salah satu sisi di dalam kawasan Tugu Eks MTQ.
Salah satu pedagang berinisial AN (42) mengatakan persoalan listrik telah berlangsung selama sekitar empat bulan. Menurutnya, pedagang tidak diperbolehkan memasang kWh meter secara mandiri, sementara pengelola belum menyediakan fasilitas sambungan listrik untuk lapak bongkar pasang.
“Keluhan terkait layanan listrik karena kami dilarang memasang kWh atau meteran listrik sendiri, tetapi pihak pengelola tidak menyediakan fasilitas untuk menyambung listrik, khususnya untuk lapak bongkar pasang,” kata AN kepada Kendariinfo, Kamis (3/9/2026).
AN menyebut para pedagang telah beberapa kali menyampaikan keluhan kepada pihak pengelola. Namun, hingga kini belum ada solusi yang dianggap dapat memenuhi kebutuhan listrik para pedagang.
Sebagian pedagang kemudian memanfaatkan listrik yang disediakan pihak swasta. Namun, AN menilai kapasitas listrik tersebut belum mampu memenuhi kebutuhan seluruh lapak sehingga penerangan di sejumlah tempat tidak maksimal.
“Sudah sekitar empat bulan. Komplain rata-rata masih bersifat individu, tetapi belum ada respons positif dari pengelola. Ada pihak swasta yang menyediakan listrik, tetapi kemampuannya terbatas sehingga daya penerangan tidak maksimal dan beberapa pedagang masih menggunakan genset,” ujarnya.
Menurut AN, kondisi tersebut membuat pelayanan yang diterima pedagang terkesan tidak merata. Ia berharap pengelola menyediakan fasilitas listrik yang layak agar seluruh pedagang dapat menjalankan aktivitas usahanya tanpa harus mencari sumber listrik alternatif.
Ia mengatakan persoalan tersebut bukan hanya dikeluhkan oleh dirinya. Sejumlah pedagang lain disebut mengalami persoalan serupa dan telah menyampaikan keberatan terkait pelayanan di kawasan tersebut.
“Sudah cukup banyak keluhan, apalagi dalam hal etika pelayanan publik. Bukan hanya saya yang mengeluhkan ini,” imbuhnya.
AN menambahkan para pedagang juga telah mengajukan permintaan rapat dengar pendapat (RDP) kepada DPRD Sultra. Saat ini, mereka masih menunggu jawaban terkait pengajuan tersebut.
Redaksi Kendariinfo sudah mencoba menghubungi pihak pengelola memalui pesan WhatsApp namun belum mendapatkan jawaban.





