Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Kendari

1.200 Maba UM Kendari Jalani Skrining Kesehatan, Termasuk Tes Narkoba

1.200 Maba UM Kendari Jalani Skrining Kesehatan, Termasuk Tes Narkoba
Suasana pemeriksaan kesehatan mahasiswa baru (maba) Universitas Muhammadiyah (UM) Kendari. Foto: Dok. Humas UM Kendari.

Kendari – Sebanyak 1.200 mahasiswa baru (maba) Universitas Muhammadiyah (UM) Kendari menjalani pemeriksaan kesehatan yang mencakup skrining narkoba sebagai bagian dari pemetaan kondisi kesehatan sebelum memulai aktivitas perkuliahan.

Pemeriksaan tersebut berlangsung selama tiga hari mulai 11–13 September 2026, di Klinik Utama PKU Muhammadiyah Sulawesi Tenggara (Sultra), Jalan Budi Utomo Nomor 38, Kecamatan Kadia, Kota Kendari.

Maba dari sembilan fakultas mengikuti pemeriksaan tersebut sebagai rangkaian awal Orientasi Dasar Studi, Islam, dan Kemuhammadiyahan (OSDIK) UM Kendari Tahun 2026.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UM Kendari sekaligus Ketua Panitia Pelaksana OSDIK 2026, Yusuf, mengatakan pemeriksaan kesehatan dilakukan untuk memperoleh gambaran kondisi kesehatan awal maba.

“Pemeriksaan kesehatan merupakan tahapan awal yang sangat penting dalam rangkaian OSDIK 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk pendataan serta pemetaan kondisi kesehatan awal seluruh mahasiswa baru,” ujar Yusuf.

Dalam pemeriksaan tersebut, mahasiswa menjalani sejumlah tahapan medis. Pemeriksaan diawali dengan pengukuran tinggi dan berat badan untuk mengetahui kondisi antropometri dan status gizi mahasiswa.

Petugas kemudian melakukan pemeriksaan urin sebagai skrining narkoba. Tahapan ini dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan penggunaan zat terlarang sejak mahasiswa memulai masa perkuliahan.

Pemeriksaan berlanjut dengan pengukuran tanda-tanda vital yang meliputi tekanan darah, frekuensi nadi, frekuensi pernapasan, dan suhu tubuh.

Mahasiswa juga menjalani tes buta warna untuk mendeteksi gangguan penglihatan. Setelah itu, dokter melakukan anamnesis dengan menggali riwayat penyakit dan kondisi kesehatan masing-masing peserta.

Koordinator Divisi Kesehatan OSDIK 2026, Muammar, mengatakan rangkaian pemeriksaan tersebut disusun secara terstruktur agar kondisi kesehatan mahasiswa dapat diketahui sejak awal.

Selain pemeriksaan medis, mahasiswa memperoleh edukasi mengenai pola hidup sehat. Dokter juga memberikan usulan dan rekomendasi penanganan medis berdasarkan hasil pemeriksaan peserta.

Sekretaris Panitia Pelaksana OSDIK 2026, Ahmad, mengatakan panitia mengatur alur pemeriksaan untuk memastikan seluruh mahasiswa dari sembilan fakultas dapat terlayani selama tiga hari.

“Dengan alur yang sistematis dan dukungan penuh dari tim medis Klinik Utama PKU Muhammadiyah Sulawesi Tenggara, sebanyak 1.200 mahasiswa dari sembilan fakultas dapat terlayani secara optimal selama tiga hari pelaksanaan,” tutup Ahmad.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten